EmitenNews.com - Emiten pemasok kelistrikan, PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA) baru saja memulai keterlibatannya dalam proyek Data Center CGK5 dan CGK7.

Data center CGK5 dan CGK7 sendiri dikembangkan oleh BDx Indonesia, yang merupakan joint venture antara Big Data Exchange, Indosat Tbk. (ISAT), dan Lintasarta.

Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kebutuhan infrastruktur digital, kontrak tersebut dinilai dapat menjadi katalis penting bagi perubahan skala bisnis perseroan.

Dalam keterbukaan informasi SEMA yang terbit (30/9/2026) menjelaskan perseroan memperoleh kontrak terkait proyek Data Center CGK5 dan CGK7 sebagai pemasok PTU (Power Train Unit) dan SKID. Perseroan menyebut proyek tersebut berskala besar dan bersifat material bagi pengembangan usaha.

Fauzan Luthsa, Analis pasar modal Menteng Kleb Institute Kamis (8/10/2026), melihat keterlibatan SEMA pada rantai pasok kelistrikan bagi proyek pusat data tersebut. 

“Saya melihat kontrak CGK5 dan CGK7 ini bisa menjadi titik penting untuk perubahan skala bisnis perseroan. SEMA memang bukan penyedia keseluruhan sistem kelistrikan data center, tetapi masuk pada rantai yang cukup fundamental melalui penyediaan PTU dan SKID,” kata Fauzan.

Dengan asumsi kontrak tersebut dapat mendorong penjualan sekitar Rp2 triliun dan perseroan mampu mempertahankan margin laba bersih 10%, Fauzan memperkirakan laba bersih SEMA dapat mencapai sekitar Rp200 miliar pada 2027.

Tekait asumsi Price to Earnings Ratio (PER) 10 kali, laba tersebut secara teoritis menghasilkan kapitalisasi pasar sekitar Rp2 triliun. Jika jumlah saham beredar sekitar 1,35 miliar lembar dan tidak berubah, skenario tersebut ekuivalen dengan valuasi sekitar Rp1.481 per saham, atau mendekati Rp1.500.

Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, menambahkan pertumbuhan infrastruktur digital masih cukup kuat.

“Masih cukup optimis, 3-5 tahun ke depan untuk pertumbuhan infrastruktur, terutama karena demand AI. Investasi data center berpotensi menciptakan efek berganda bagi industri domestik, termasuk pemasok infrastruktur kelistrikan,” kata Dipo.