EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (30/3/2026), sempat tertekan dalam di awal perdagangan sebelum memangkas pelemahan hingga penutupan sesi I.

IHSG dibuka turun 1,08 persen dan langsung melebar hingga anjlok 2,08 persen ke level 6.949,18. Namun, tekanan tersebut berangsur mereda dan IHSG sesi I ditutup melemah 0,38 persen atau turun 26,65 poin ke level 7.070,40.

Pergerakan pasar menunjukkan dominasi tekanan, dengan 423 saham melemah, 245 saham menguat, dan 146 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp7,72 triliun dengan volume 14,41 miliar saham.

Secara sektoral, IDX Finance memimpin pelemahan dengan turun 1,75 persen, disusul IDX Property 0,96 persen, IDX Basic 0,50 persen, IDX Non-Cyclical 0,50 persen, IDX Health 0,34 persen, IDX Infra 0,28 persen, dan IDX Trans 0,06 persen. Di sisi lain, sektor yang menguat adalah IDX Techno naik 1,12 persen, IDX Energy naik 1,01 persen, serta IDX Industry naik 0,51 persen.

Tekanan IHSG hari ini terutama berasal dari saham perbankan berkapitalisasi besar, dengan BBCA turun 3,73 persen ke Rp6.450, BBNI turun 2,10 persen, dan BBRI turun 1,80 persen.

Sementara itu, saham yang menjadi penggerak kenaikan (leaders) yakni DSSA naik 4,90 persen ke Rp65.800, DCII naik 4,75 persen ke Rp209.800, dan ASII naik 2,85 persen ke Rp6.300.

Adapun, saham yang menjadi pemberat (laggards) meliputi BBCA turun 3,73 persen ke Rp6.450, BYAN turun 3,44 persen ke Rp11.900, serta TPIA turun 2,48 persen ke Rp4.900.

Mengacu riset harian Mirae Asset Sekuritas Indonesia oleh Rully Arya Wisnubroto, tekanan IHSG dipicu oleh derasnya arus keluar dana asing yang mencapai sekitar Rp1,8 triliun, dengan aksi jual terfokus pada saham-saham big caps sektor perbankan.

Sentimen global juga masih membayangi, mulai dari eskalasi konflik Iran hingga kelangkaan minyak di negara-negara global, serta potensi kebijakan hawkish bank sentral Amerika Serikat yang berisiko menekan pasar keuangan global, termasuk IHSG.