Sempat Dekati Trading Halt 8 Persen, IHSG Sesi I Longsor ke 8.321
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sesi I yang anjlok pada Rabu, (28/1)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk tajam pada perdagangan sesi I Rabu (28/1/2026) menyusul keputusan MSCI membekukan perubahan indeks sementara untuk pasar Indonesia. Tekanan jual masif membuat IHSG sempat nyaris menyentuh ambang trading halt.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 7,34 persen ke level 8.321 pada akhir sesi I, atau turun 659 poin. Sepanjang sesi, indeks sempat jatuh lebih dari 7,8 persen, mendekati batas penghentian sementara perdagangan di minus 8 persen.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp30 triliun, dengan 765 saham melemah, 26 saham menguat, dan 12 saham stagnan.
Tekanan merata melanda seluruh indeks sektoral. IDX Infrastructure (IDXINFRA) mencatat penurunan terdalam -10,19 persen, disusul IDX Energy (IDXENERGY) -9,68 persen, IDX Basic (IDXBASIC) -7,80 persen, dan IDX Property (IDXPROPERTY) -7,41 persen. Sektor lain juga kompak merah, antara lain IDX Industry (IDXINDUSTRY) -6,57 persen, IDX Trans (IDXTRANS) -6,72 persen, IDX Cyclical (IDXCYCLICAL) -6,19 persen, IDX Techno (IDXTECHNO) -6,28 persen, IDX Finance (IDXFINANCE) -4,21 persen, IDX Health (IDXHEALTH) -4,35 persen, serta IDX Non-Cyclical (IDXNONCYC) -3,93 persen.
Menilik sisi saham pemberat indeks, tekanan terbesar datang dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang memangkas sekitar -65,56 poin indeks, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) -55,16 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) -39,05 poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -31,8 poin. Saham BREN sendiri dibuka ambles 14,47 persen ke Rp8.125, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 10,89 persen ke Rp6.950. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut tertekan 4,3 persen.
Tak bergeming di tengah tekanan luas pasar, hanya segelintir saham yang mampu bertahan di zona hijau. Saham PT Sari Murni Group Tbk (SMIL) naik 1,20 persen ke Rp336, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) menguat 0,46 persen ke Rp5.375, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik tipis 0,37 persen ke Rp6.725.
Sementara itu, pergerakan bursa Asia pada siang hari terpantau bervariasi. Bursa Shanghai dan Hong Kong bergerak menguat, sedangkan pasar Tokyo berada di zona koreksi. Pasar domestik masih dibayangi sentimen global dan respons investor terhadap langkah MSCI yang dinilai meningkatkan ketidakpastian terhadap arus dana asing ke pasar saham Indonesia. (*)
Related News
Trading Halt, BEI Akan Lanjutkan Perdagangan Mulai 14:13 Waktu JATS
IHSG Anjlok 8 Persen, Perdagangan Saham Resmi Trading Halt
4 Bulan Penentuan, Dana Asing Berisiko Kabur Jika Isu MSCI Tak Tuntas
MSCI Soroti Transparansi Kepemilikan, Isu Besar Pasar Modal RI
Tetap Bijak Hadapi Volatilitas Pasar, Simak Tiga Langkah Ini
PetroChina Mulai Pengeboran Sumur di WK Jabung





