Sentimen Global Angkat Pasar, IHSG Uji Level 7.300
Seseorang melintas di depan papan informasi pergerakan saham di BEI. Foto: Emitennews/Rifki
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,93 persen ke level 7.184,44 pada perdagangan Rabu (1/4). Penguatan ini mengindikasikan rebound setelah indeks sempat terkoreksi dalam beberapa hari terakhir.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG dipicu oleh sentimen global, khususnya dari bursa Wall Street mencatatkan kenaikan signifikan. Optimisme pasar juga muncul seiring harapan meredanya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
AS melalui Presiden Donald Trump juga ditengarai berencana untuk keluar dari konflik dalam dua hingga tiga pekan. Sentimen itu turut mendorong penguatan di pasar saham Asia serta pembukaan positif di bursa Eropa.
Nah, dari dalam negeri, sektor industri mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sebesar 6,11 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah tipis di 0,2 persen.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,09 persen ke level Rp16.975 per dolar AS (USD) di pasar spot. Secara teknikal, dari sejumlah indikator, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area resistance di kisaran 7.200 hingga 7.300, dengan support di level 7.100.
Di sisi lain, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan dinamika beragam. Misalnya, indeks manufaktur Indonesia berdasarkan S&P Global tercatat melemah ke level 50,1 pada Maret 2026 dari 53,8 pada Februari 2026.
Surplus neraca perdagangan pun turun menjadi USD1,28 miliar pada Februari 2026 dibandingkan USD3,09 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan surplus Januari 2026 sebesar USD0,96 miliar.
Sementara itu, inflasi Maret 2026 tercatat melambat menjadi 0,41 persen MoM dan 3,48 persen YoY. Angka ini disebut melambat dibandingkan inflasi Februari 2026 yang masing-masing sebesar 0,68 persen dan 4,76 persen.
Pelaku pasar global saat ini juga menantikan pidato Trump dijadwal berlangsung pada Rabu malam waktu setempat. Pidato itu juga diperkirakan memberi arah baru soal perkembangan konflik di Timur Tengah.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan berikutnya antara lain Media Nusantara Citra (MNCN), Hartadinata (HRTA), Japfa (JPFA), Bukit Uluwatu (BUVA), dan Chandra Investasi (CDIA). (*)
Related News
Jelang Long Weekend, IHSG Dibuka Anjlok ke 7.120
Konflik Surut, Investor Merangsek Pasar
IHSG Menguat ke 7.184, MNC Sekuritas Wanti-wanti Koreksi
Kejar Saham IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan





