EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 5 Desember 2024, IHSG berpotensi menjangkau resistance level 7.441. Itu didorong optimisme investor mengenai kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada Desember 2024.

Kemudian, fenomena window dressing biasa terjadi di akhir tahun. Sektor perbankan, energi, dan teknologi berpotensi menjadi motor penggerak utama indeks, didukung aksi beli institusi lokal, dan arus dana asing. Kalau berhasil menembus level resistance itu, tren bullish IHSG bisa berlanjut dengan target psikologis 7.500.

Namun, IHSG tetap menghadapi risiko koreksi menuju support level 7.119 akibat potensi profit-taking, dan sentimen negatif dari kawasan Asia. Misalnya, ketidakstabilan politik Korea Selatan. Investor disarankan mengamati area support sebagai peluang buy on weakness pada saham-saham defensif sektor consumer goods, dan infrastruktur. 

Selain itu, juga mempertimbangkan strategi trading buy untuk saham menunjukkan sinyal teknikal positif. Menilik data itu, Stocknow.id menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Barito (BRPT) Rp925 dengan take profit Rp960-980, dan stop loss Rp890. 

Japfa (JPFA) Rp1.515 per saham dengan take profit di kisaran Rp1.890-1.925 per helai, dan stop loss Rp1.760 per saham. Timah (TINS) Rp1.180 dengan take profit Rp1.230-1.250 per lembar, dan stop loss di posisi Rp1.145. 

Bumi Resources Minerals (BRMS) di posisi Rp416 per saham dengan take profit di kisaran Rp434-440 per eksemplar, dan stop loss di level Rp404 per saham. (*)