Siapkan RUPO 11 September, ADHI Ingin Ubah Jatuh Tempo Obligasi
:
0
Ilustrasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Dok. Adhi.co.id.
EmitenNews.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada Jumat (11/9/2026). BUMN bidang jasa konstruksi, infrastruktur, dan perkeretaapian itu, menggelar RUPO dengan sejumlah agenda. Antara lain permohonan perubahan jatuh tempo obligasi, dan perubahan tingkat bunga obligasi.
Direktur Human Capital dan Legal ADHI Ki Syahgolang Permata mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
"Perseroan terus berkoordinasi dengan wali amanat dan pemegang obligasi hingga tercapainya kesepakatan," ujar Ki Syahgolang Permata.
Mengenai proses restrukturisasi perbankan, saat ini ADHI tengah menjalankan proses restrukturisasi dengan kreditur yang ditargetkan selesai pada semester II tahun 2026.
"Nilai serta skema restrukturisasi saat ini memasuki tahap akhir pembahasan dengan para kreditur, dan akan disampaikan setelah mendapat kesepakatan dengan para pihak," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan ADHI, Bani Iqbal menyampaikan pada dasarnya restrukturisasi ini dengan semangat memberikan dampak positif dan signifikan terhadap struktur keuangan perusahaan yang akan jauh lebih baik dan positif.
Khususnya melalui perpanjangan tenor utang perbankan dan penyesuaian skema bunga yang lebih ringan serta terjadwal sesuai kemampuan kas perseroan.
Skema ini juga membuat beban bunga mengalami penurunan substansial, sekaligus memberikan ruang arus kas yang lebih baik bagi perseroan. Tentu saja untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan.
Secara keseluruhan, fokus dari restrukturisasi ini adalah lebih untuk penyelesaian proyek berjalan terlebih dahulu dan memperkuat pondasi permodalan keuangan perseroan serta meningkatkan kapasitas pembayaran kewajiban.
Adhi Karya Diminta Pangkas Anak Usaha dalam Transformasi
Related News
Repower Asia (REAL) Tancap Gas di Rumah Subsidi via KSO di Bogor
30 Oktober, IMPC Distribusi Dividen Interim Rp273,43 Miliar
Kurangi Porsi, SSS Kini Kuasai 78,95 Persen Saham Victoria Care (VICI)
Penggunaan Dana IPO Harta Djaya (MEJA), Terbesar Untuk Modal Kerja
Pengendali VICI Anne Vabilia Salim Jual 402,4 Juta Saham, Raup Rp301M
Eksplorasi DEWA Tertahan Perizinan, Biaya Tembus Rp14,51M di Q3 2026





