Simak! Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan bagi Masyarakat
:
0
CEO BTN Nixon ketika menjelaskan mekanisme penyaluran kredit kepada masyarakat. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) sebagai bank plat merah fokus pada pembiayaan rumah telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah (KPR) 6 juta unit untuk masyarakat kategori desil 3. Sebagaimana diketahui, desil 3 merupakan klasifikasi kelompok masyarakat urutan ke-21 persen hingga 30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional.
Pada program bantuan pemerintah, desil 3 dikategorikan sebagai kelompok hampir miskin. ”Kalau desil 3 KPR subsidi BTN ada 6 juta rumah dari awal program," tutur Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu dalam acara Jogja Financial Festifal di Jogja Expo Centar (JEC) Yogyakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut Nixon BTN dalam menyalurkan kredit perumahan, ada dua strategi utama yaitu, melalui program KPR subsidi, dan lewat bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan penghasilan paling rendah. Program KPR subsidi dirancang untuk masyarakat dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada kelompok MBR.
Sementara bagi masyarakat desil 1 dan 2 dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). ”KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi dibatasi max income. Maksudnya, ini menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang paling sulit tinggal desil 1-2, sedang desil 3-8 diintervensi KPR," imbuhnya.
Adapun tahun ini, kata Nixon, program BSPS disebut menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga seluruh Indonesia. "Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga," lanjutnya.
Nixon menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah. ”Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR," sebutnya.
Selain lewat pembiayaan rumah, BTN juga mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat belum tersebuh akses pembiayaan bank. Nixon menilai penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank. Ia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR.
Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun. "Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked," ucapnya.
"Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usaia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile ga sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking acc. Menurut saya jumlah KPR ditakeover user mobile," ungkapnya. (*)
Related News
Siloam (SILO) Targetkan Ekspansi Layanan Kanker Berstandar JCI
Rombak Direksi, PSGO Siapkan Capex Rp450M Hingga Target Laba di 2026
Kantongi Kredit Rp1,2 Triliun dari BRI, KIJA Kebut Ekspansi di Kendal
STAA Jadwal Dividen 51 Persen Laba, Besarannya Rp75 per Lembar
Grup Harita (NCKL) Siapkan Buyback Rp1 Triliun
INDY Salurkan Dividen USD3,01 Juta, Cair 19 Juni 2026





