Soal IPO Persib Bandung, Belum Ada Hilal Tunggu Valuasi Rp1 Triliun
:
0
Persib Bandung kala menjuarai Liga 1 di musim 2023/2024 - Soal IPO Persib Bandung, Belum Ada Hilal Tunggu Valuasi Rp1 Triliun. Foto: Persib
EmitenNews.com - Rencana listing PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum tampak hilalnya.
Hingga saat ini, manajemen PBB yang mengelola klub Persib Bandung belum secara eksplisit menyampaikan rencana tersebut ke publik.
Kendati demikian, kabar tentang IPO Persib Bandung memang telah mencuat sejak 2012 silam. Kala itu, manajemen berniat melepas 45 persen saham PT PBB ke publik, namun urung dilakukan.
Seiring waktu, pada 2019 PT PBB justru disalip oleh klub asal Bali dengan julukan Serdadu Tridatu, yakni melalui PT Bali Bintang Sejahtera (BOLA).
Sempat tenggelam, isu IPO Persib pun kembali mencuat kala klub dengan julukan Maung Bandung itu menjuarai lagi kompetisi tertinggi di Indonesia di musim 2024/2025. CEO Glenn Sugita menegaskan target IPO akan direalisasikan, dan rencana tersebut didukung oleh minat investasi dari tokoh publik.
Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan Persib Bandung akan menggelar IPO perdananya di BEI. Kendati jika menilik laman resmi Persib Bandung, terdapat informasi mengenai soal pembelian saham Persib jika IPO.
Keterangan itu termuat dalam salah satu keuntungan bagi supporter yang memiliki Passport Persib. Salah satu program keanggotaan eksklusif dan resmi dari klub Persib Bandung yang ditujukan bagi para Bobotoh atau supporter Persib.
Ex-Manajemen Persib, yang kini menjabat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bahwa terkait IPO Persib masih perlu menunggu konfirmasi kepada manajemen aktif saat ini. Karena untuk menuju IPO masih perlu mengoptimalkan aset yang ada di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Farhan melanjutkan, jika pengelolaan aset itu selesai dan valuasinya tembus Rp1 triliun, barulah langkah IPO menjadi sangat realistis untuk dieksekusi oleh manajemen.
"Jadi harus ada kerja sama pemanfaatan aset, baru nanti akan berkembang. Kalau itu sudah diakuisisi, konsolidasi, saya kira bisa ngejar, sih, valuasi sampai satu triliun," ujar Farhan kala ditemui di gedung BEI, Kamis (13/8).
Related News
Sejumlah Bank Siapkan Teknis Dukung Skema KPR 40 Tahun
SIG Tuban Gunakan 400 Ton Sekam Per Hari untuk Bahan Bakar
TelkomGroup dan Danantara Siapkan Data Center, Kapasitas Hingga 1 GW
Pemanfaatan AI BUMN Bakal Telan 70% Kapasitas Data Center
Aplikasi Trading HSB Investasi Sentuh 17 Juta Unduhan
Reformasi TOPIX, Bursa Efek Tokyo Pangkas Konstituen Jadi 900





