EmitenNews.com - Thomas Junaidi Alim W terus memupuk saham Astra International (ASII). Sang direktur itu, diketahui kembali menjala saham raksasa otomotif nasional tersebut sebanyak 100 ribu lembar. Transaksi akumulasi itu, telah dipatenkan pada 13 Maret 2026.

Transaksi pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp5.800 per eksemplar. Menyusul skema harga itu, Thomas dipaksa merogoh kocek sejumlah Rp580 juta. Aksi Thomas itu, merupakan babak lanjutan dari program perburuan saham perseroan.

Ya, pada 11 Maret 2026, Thomas telah menyerap 100 ribu helai dengan harga Rp5.900 per lembar sebesar Rp590 juta. Dengan demikian, timbunan saham Astra dalam pangkuan Thomas menjadi 1.407.800 lembar alias 1,4 juta helai setara dengan porsi kepemilikan 0,0035 persen. 

Melonjak dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 1,2 juta lembar alias 0,003 persen. Menyusul rencana Astra menggelontorkan sisa dividen tahun buku 2025 sejumlah Rp292 per lembar, dengan asumsi koleksi saham saat, Thomas berpotensi memperoleh dividen sejumlah Rp411,07 juta.

Sisa saham itu, akan dimintakan persetujuan investor dalam rapat umum pemegang saham tahunan perseroan pada 23 April 2026. Saham Astra sejak awal tahun terkoreksi 1.000 poin alias 14,71 persen menjadi Rp5.800 dari edisi Jumat, 2 Januari 2026 di level Rp6.800. (*)