Soraya Berjaya (SPRE) Resmi Melantai di BEI
Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) ketika resmi mencatatkan sahamnya di BEI hari ini.
EmitenNews.com - PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk dengan kode saham SPRE mengumumkan langkah besar dengan menginisiasi Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
Pada pembukaan perdagangan pagi ini Rabu (3/7), saham SPRE naik sebanyak 4 persen atau setara dengan 5 poin dan sempat bergerak dalam rentang level Rp127 per saham hingga Rp135 per saham sebagai level tertingginya.
Perseroan telah menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Proses bookbuilding telah dilaksanakan pada 10 - 12 Juni 2024, dan Perseroan melaksanakan penawaran umum pada 27 Juni – 1 Juli 2024.
Saham Perseroan akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu, 3 Juli 2024. Dengan IPO ini menjadikannya perusahaan pertama asal Padang, Sumatera Barat yang melantai di BEI.
Dalam IPO ini, Perseroan menawarkan 240.000.000 Saham Baru dengan nilai nominal Rp25,- per saham, ditawarkan pada harga Rp125,- per saham, dengan total nilai Penawaran Umum mencapai Rp30.000.000.000,- setelah dikurangi biaya emisi.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membeli bahan baku produksi serta mesin dan kendaraan operasional baru. Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar perlengkapan kamar tidur, dari Sumatera hingga seluruh Indonesia.
PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk, yang telah berdiri selama 24 tahun, merupakan pemimpin dalam industri perlengkapan kamar tidur di Sumatera. Dengan 2 pabrik dan 6 gerai, Perseroan memasarkan produknya melalui berbagai saluran, termasuk online dan offline, serta memiliki sertifikasi SNI dan ISO untuk produknya.
Prospek bisnis perlengkapan kamar tidur di Indonesia terus menjanjikan dengan pertumbuhan pasar perabotan rumah tangga dan peningkatan daya beli masyarakat.
Related News
Sudahi 2025, Laba MEDC Terpangkas 72 Persen
Laba Melesat 339 Persen, Saham RLCO Makin Menyala
Anjlok 138 Persen, SSIA Tekor Rp89 Miliar
Pasca Diakuisisi MTA, Folago (IRSX) Sukses Ubah Rugi Jadi Laba
Putus Tren Negatif, Laba PBRX Melejit 106 Persen
Buyback, KLBF Siapkan Anggaran Rp500 Miliar





