Spekulasi Bunga Fed Mereda, Harga Emas Naik di Atas USD4.150
:
0
Harga emas dunia menguat hingga melewati level USD4.150 per ons pada Senin (5/10). Kenaikan ini memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia menguat hingga melewati level USD4.150 per ons pada Senin (5/10). Kenaikan ini memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya setelah rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi tekanan terhadap Bank Sentral AS atau The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan.
Penguatan harga logam mulia ini terdorong oleh data ekonomi AS yang dirilis pada Jumat pekan lalu. Laporan tersebut mencatat ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, berada jauh di bawah estimasi pasar sebesar 90.000 pekerjaan, serta menyusul revisi penurunan angka Agustus sebesar 133.000 pekerjaan.
Tingkat pengangguran di AS juga dilaporkan naik menjadi 4,2 persen. Selain itu, pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,0 persen, yang merupakan laju terlemah sejak Mei 2021.
Menurut laporan Trading Economics pada Senin (5/10), melandainya indikator ketenagakerjaan membuat pasar kini memperkirakan hampir 80 persen kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tetap tidak berubah pada bulan ini. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember bertahan di kisaran 69 persen.
Di sisi lain, laju pergerakan harga emas masih tertahan oleh tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Yield obligasi AS bertenor 10 tahun tercatat berada di dekat level tertinggi sejak 2002. Para pelaku pasar juga mencermati kenaikan risiko geopolitik di Timur Tengah akibat operasi militer skala penuh oleh pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi terhadap kelompok Houthi.
Pergerakan harga emas global di atas level USD4.150 per ons ini menjadi sentimen penting bagi pasar keuangan domestik. Tren kenaikan harga logam mulia dunia berpotensi memengaruhi harga emas batangan antam serta pergerakan nilai tukar rupiah di Indonesia.(*)
Related News
Data Tenaga Kerja AS Melambat, Emas Dunia dan Antam Kompak Menguat
Rupiah Tertekan Defisit Ganda, BI Dikritisi Jadi "Mesin Utang"
Bursa AS Menguat, Peluang Fed Tahan Bunga Capai 80 Persen
OPEC+ Tahan Produksi, Minyak Brent Tembus USD102
Dividen Interim ASII Rp3,89 Triliun, Recording Date 14 Oktober 2026
Inflasi Terkendali Surutkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed





