Susut 51 Persen, Laba Bukit Asam (PTBA) 2023 Tersisa Rp6,1 Triliun
:
0
JAGA - Petugas keamanan menginspeksi situasi sputar pabrik produksi Bukit Asam. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bukit Asam (PTBA) sepanjang 2023 mencatat laba bersih Rp6,10 triliun. Drop 51 persen dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp12,56 triliun. Dengan begitu, laba per saham dasar susut ke level Rp532 dari sebelumnya Rp1.094.
Koreksi laba itu seiring dengan tabulasi pendapatan Rp38,48 triliun, menukik 9,75 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp42,64 triliun. Beban pokok pendapatan Rp29,33 triliun, bengkak dari posisi sama tahun sebelumnya Rp24,68 triliun. Laba kotor tersisa Rp9,15 triliun dari sebelumnya Rp17,96 triliun.
Beban umum dan administrasi Rp1,93 triliun, susut dari Rp2,39 triliun. Beban penjualan dan pemasaran Rp656,36 miliar, turun dari Rp953,12 miliar. Penghasilan lainnya Rp638,40 miliar, meningkat dari edisi sama tahun sebelumnya Rp522,59 miliar. Laba usaha Rp7,20 triliun, anjlok dari posisi sama tahun sebelumnya Rp15,14 triliun.
Penghasilan keuangan Rp584,33 miliar, menanjak dari posisi sama tahun sebelumnya Rp428,03 miliar. Biaya keuangan Rp204,03 miliar, bengkak dari Rp200,20 miliar. Biaya atas keuntungan bersih entitas asosiasi, dan ventura bersama Rp571,30 miliar, mengalami koreksi dari Rp829,06 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp8,15 triliun, turun dari Rp16,20 triliun.
Beban pajak penghasilan Rp1,86 triliun, susut dari Rp3,42 triliun. Laba tahun berjalan Rp6,29 triliun, menciut dari Rp12,77 triliun. Total ekuitas Rp21,56 triliun, turun dari Rp28,91 triliun. Jumlah liabilitas Rp17,20 triliun, bengkak dari Rp16,44 triliun. Total aset Rp38,76 triliun, menukik tajam dari akhir 2022 senilai Rp45,35 triliun. (*)
Related News
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk





