Tahir Jual 45,17 Juta Saham MPRO di Sepanjang September, Serok Rp548M!
:
0
The Kahyangan, proyek PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
EmitenNews.com - Dato' Sri Tahir, salah satu pemegang saham pengendali PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melakukan aksi penjualan saham perseroan milik sendiri di sepanjang September 2026. Volumenya tipis namun nilai transaksinya jumbo.
Tahir tercatat menguasai 10,86% saham sekaligus menjadi pengendali emiten properti tercatat di Papan Pengembangan tersebut bersama putranya Jonathan Tahir yang menguasai 34,22% pada awal September 2026.
Sepanjang September ini, Tahir tercatat empat kali melakukan penjualasan saham emiten yang masuk golongan High Shareholding Concentration (HSC) tersebut, berikut catatan transaksinya:
1. 18 September 2026 jual 37 juta saham dengan kepemilikan langsung pada harga Rp12.000 per saham. Total transaksi Rp444 miliar.
2. 22 September 2026 jual 2,5 juta saham dengan kepemilikan langsung pada harga Rp12.000 per saham. Total transaksi Rp30 miliar.
3. 24 September 2026 jual 2,5 juta saham dengan kepemilikan langsung pada harga Rp12.000 per saham. Total transaksi Rp30 miliar.
4. 28 September 2026 jual 3,718 juta saham dengan kepemilikan langsung pada harga Rp12.000 per saham. Total transaksi Rp44,62 miliar.
Jika diakumulasikan, sepanjang September ini Tahir telah menjual 45,17 juta saham pada harga identik Rp12.000/saham yang dilakukan dalam 4 kali transaksi dan total perolehan dana Rp548,62 miliar.
Setelah transaksi terakhir pada September, kepemilikan Tahir di MPRO tercatat susut menjadi 1,034 miliar saham atau setara 10,40% hak suara, dari periode awal September sebanyak 1,079 miliar saham setara 10,86%.
MPRO tercatat memiliki 539 pemegang saham berdasarkan laporan akhir Agustus 2026 dan hanya terdapat 5 tambahan investor baru di sepanjang bulan tersebut. Porsi saham publik (free float) hanya sebesar 9,25%.
Related News
BRNA Siapkan Rights Issue Rp372,6 Miliar, Ada Bonus Waran Seri I
Jual Kestrel, AADI Raup USD735 juta dan Potensi Tambahan USD550 Juta
Preskom dan Direktur LINK Ajukan Resign Bareng di Awal Oktober
Perusahaan Terkendali CNKO Suntik Modal ke Dua Anak Usaha
Adhi Karya (ADHI) Jual Saham Senilai Rp1,9 Triliun
5 Saham Kompak Tersuspensi Usai Catatkan Kenaikan Berhari-hari





