EmitenNews.com - PT Pukul Rata Kanan (PRK) yang tengah bersiap menjadi pengendali baru PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) mengungkap agenda pengembangan bisnis setelah aksi penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO). PRK memproyeksikan TRUK dapat mencatat pertumbuhan positif dari sisi pendapatan, marjin, hingga aset.

PRK meyakini masuknya pemegang saham pengendali baru dapat membantu TRUK mencapai pertumbuhan finansial maupun operasional, termasuk memberikan manfaat bagi pemegang saham minoritas.

“PRK meyakini bahwa PRK dapat membantu TRUK untuk mencapai pertumbuhan finansial maupun operasional yang diharapkan oleh semua pihak, termasuk pemegang saham minoritas,” demikian tertulis dalam pernyataan penawaran tender sukarela PRK, Jumat (25/9/2026).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, PRK membuka peluang pengembangan usaha TRUK secara organik maupun anorganik. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi, kondisi pasar, peluang usaha, strategi, serta kemampuan pendanaan Perseroan.

PRK juga menegaskan tidak memiliki rencana melakukan go-private terhadap TRUK. Dengan demikian, VTO tetap memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik, khususnya pemegang saham minoritas, untuk menentukan keputusan investasinya.

Sebelumnya, Gabriel Rey melalui PRK mengumumkan VTO atas maksimal 65,25 juta saham TRUK dengan harga Rp740 per saham. Nilai maksimal dana yang disiapkan mencapai Rp48,3 miliar.

Jika seluruh saham yang ditawarkan terserap, kepemilikan PRK akan meningkat dari 15% menjadi 30% dan Gabriel Rey menjadi pengendali baru TRUK. Porsi 30% tersebut berdasarkan nilai kepemilikan yang disampaikan bernilai sekitar Rp336,69 miliar.

Adapun berdasarkan keterbukaan informasi manajemen TRUK, pernyataan penawaran tender sukarela diperkirakan memperoleh pernyataan efektif pada 4 November 2026. Periode VTO dijadwalkan berlangsung pada 6 November hingga 7 Desember 2026, dengan perkiraan tanggal penjatahan pada 10 Desember 2026.

Gabriel Rey memiliki 99,9% saham PRK. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 14 tanggal 25 Agustus 2025 dan berkedudukan di Surabaya, Jawa Timur.

Gabriel Reyner Elskayah De Leroy atau Gabriel Rey merupakan pendiri sekaligus CEO TRIV, platform jual beli aset kripto dan keuangan digital di Indonesia.