TAMU Restrukturisasi Utang, Saham Lanjut ARA?
:
0
Suasana di pelataran patung Banteng Wulung Bursa Efek Indonesia. Foto - Aji/Emitennews
EmitenNews.com - Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) merestrukturisasi utang dengan Bank Mandiri (BMRI). Berdasar restrukturisasi tersebut, jatuh tempo fasilitas kredit yang semula pada Desember 2026 diperpanjang menjadi Desember 2031. Tidak hanya itu, perjanjian juga disertai penyesuaian jumlah pembayaran pokok, dan bunga setiap bulan.
”Perseroan dan Bank Mandiri telah menandatangani perjanjian restrukturisasi fasilitas kredit dengan masa jatuh tempo diperpanjang sekitar 4-5 tahun,” tegas Edi Purwanto, Direktur Pelayaran Tamarin Samudra.
Menyusul restrukturisasi utang itu, cash flow TAMU akan lebih membaik. Dengan begitu, kegiatan operasional TAMU dapat berjalan lancar. Oleh sebab itu, diharap menjaga kestabilan pendapatan usaha, dan kelangsungan usaha akan berkelanjutan.
Berdasar laporan keuangan medio 2026, TAMU punta utang jangka panjang kepada Bank Mandiri sekitar USD13,02 juta. Utang itu, digunakan untuk mengambil alih fasilitas kredit perusahaan di PT PANN (Persero). Dana itu, oleh PANN dilakukan membiayai pembelian kapal AHTS Petroleum Pioneer (Ex Petra Pioneer). Fasilitas kredit maksimum USD8,48 juta dengan tingkat suku bunga 5 persen per tahun.
Selain itu, juga untuk pembiayaan pembelian kapal AWB (Accommodation W ork Barge) Petroleum Excelsior untuk memenuhi kontrak kerja dengan CNOOC SES Ltd. Fasilitas kredit maksimum USD5 juta dengan tingkat suku bunga 5 persen per tahun. Pinjaman ini dibayar dalam cicilan per bulan, dan jatuh tempo pada bulan Desember 2022. Bunga dibayar setiap bulan.
Selanjutnya, untuk pembiayaan pembelian kapal AWB (Accomodation Work Barge) Petroleum Excelsior untuk memenuhi kontrak kerja dengan CNOOC SES Ltd. Fasilitas kredit maksimum USD32 juta dengan tingkat suku bunga 5 persen per tahun. Pinjaman itu, jatuh tempo pada Desember tahun 2026.
Berkah Penghapusan Saham Gocap
Menyusul restrukturisasi utang itu, saham TAMU langsung melangit. Tembus auto rejection atas (ARA) ke level Rp35. Itu terjadi setelah saham TAMU menguat 9 poin alias 34,62 persen dari akhir pekan lalu di kisaran Rp27 per helai.
Kondisi itu, membuat saham TAMU dalam satu bulan terakhir, melenting 40 persen setara 10 poin dari edisi 31 Agustus 2026 di level Rp25. Dengan begitu, kapitalisasi pasar TAMU menjadi Rp1,31 triliun. Rupanya, penghapusan harga batas terendah Rp50, menjadi berkah bagi TAMU.
Namun, tidak demikian bagi Goto Group (GOTO), dan Diamond Citra (DADA). Saham kedua emiten dengan investor paling berisik di media sosial tersebut langsung ambrol auto rejection bawah (ARB) usai penghapusan era saham Rp50 menjadi Rp1. Aapakah saham TAMU lanjut manggung? (*)
Related News
Obligasi Chandra Asri (TPIA) Rp361,48 M Lunas, Pefindo Tarik Peringkat
Perusahaan Afiliasi Grup Sinarmas Jadi Pengendali Baru KETR
Caplok Raksasa RS, Emiten Raffi-Nagita Besok Izin Private Placement
Ada Emiten Cum Dividen Hari Ini, Bagikan Total Rp1 Triliun
PTBA Tarik Kredit Jumbo, Manfaatkan Fasilitas ini
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar





