EmitenNews.com - Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) klarifikasi rumor terkait akuisisi perusahaan batu bara termal nasional PT Kideco Kaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yang tengah mencuat belakangan ini.

Emiten tambang kongsi Bakrie-Salim itu juga menegaskan arah strategis perusahaan dalam pengembangan usaha perseroan ke depan.

R A Sri Dharmayanti, Direktur BUMI menjelaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak dapat dikonfirmasi perseroan.

"Mengingat pemberitaan tersebut didasarkan pada narasumber yang tidak disebutkan identitasnya, perusahaan tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasinya," ujar Sri dalam keterbukaan informasi, Senin (12/10/2026).

Ia menambahkan, setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

Sri juga menegaskan bahwa dalam berbagai kesempatan perseroan telah menyampaikan arah strategisnya yaitu diversifikasi usaha ke luar batu bara termal.

"Aset yang disebutkan dalam pemberitaan adalah aset batu bara termal," ujarnya.

Berdasarkan data RTI Business, pada penutupan perdagangan awal pekan ini, harga saham BUMI tercatat turun 8,33% ke Rp165 per saham seiring jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) le bawah level psikologis 6.000.  

Volume transaksi BUMI teraktif kedua setelah GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) yaitu sebanyak 3 miliar saham dengan turnover terbesar keempat senilai Rp519,7 miliar.

Jika dilihat dalam sepekan, harga BUMI mencatat penurunan 7,3% dan anjlok lebih signifikan sebesar 20,67% dalam periode sebulan terakhir.