Tekanan Jual Cukup Besar, Waspadai Koreksi Lanjutan IHSG, Ambil Saja Saham Komoditas
EmitenNews.com - IHSG membentuk pola evening star (sinyal minor bearish reversal) seiring dengan koreksi pada perdagangan Selasa (23/11). Pembentukan pola tersebut diikuti kenaikan volume transaksi pada perdagangan Selasa (23/11). Hal ini mengindikasikan tekanan jual yang cukup besar.
Oleh sebab itu, analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai berlanjutnya koreksi pada perdagangan Rabu (24/11). "Perhatikan support 6630, jika IHSG tertahan di bawah level 6680 pada perdagangan Rabu (24/11)," pesannya.
Ia memperkirakan pelaku pasar di Indonesia cenderung merespon negatif penunjukan Jerome Powell oleh Presiden AS, Joe Biden untuk kembali mengisi jabatan Kepala the Fed. Penunjukan ini memperkuat ekspektasi bahwa pengetatan kebijakan moneter the Fed akan tetap berjalan sesuai rencana.
Sebelumnya, terdapat spekulasi penunjukan Lael Brainard untuk mengisi posisi tersebut yang diekspektasikan akan menerapkan pendekatan yang lebih dovish.
Terkait hal tersebut, saham-saham bank, terutama bank berkapitalisasi besar mengalami koreksi yang cukup signifikan pada perdagangan Rabu.
"Untuk itu, dalam jangka pendek, pelaku pasar dapat switch ke saham-saham commodity-related, seperti ANTM, PGAS, INKP, AKRA, AALI dan ITMG seiring dengan potensi rebound pada harga komoditas," tambah Valdy. Pasalnya, indeks manufaktur AS diperkirakan naik ke 59 di November 2021.
Saham lain yang dapat diperhatikan, meliputi MTDL, KLBF dan TBIG.(fj)
Related News
Sukuk Wakalah CNAF Kembali Meluncur, Imbal Hasil hingga 5,45 Persen
IHSG Tancap Gas ke 8.290, Sektor Energi dan Konsumer Pimpin Reli
Hashim Semprot OJK-BEI, Presiden Marah Soal Rasio Saham Kelewat Ngawur
IHSG Tembus 8.262 di Sesi I (11/2), Saham Konglo Naik Panggung!
Pemanfatan Hidrogen Masih Didominasi Untuk Bahan Baku Pupuk
Menperin Sudah Copot Jabatan Tersangka Penyimpangan Ekspor CPO





