EmitenNews.com - Tekanan jual mereda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat tajam pada perdagangan Selasa (20/10/2026).

Data RTI Business pukul 09.09 WIB menunjukkan IHSG melonjak +109,997 poin atau +2,20% ke level 5.106,606, setelah pada pembukaan sempat terkoreksi tipis 0,33% ke 4.980,163.

IHSG sempat menyentuh low di 4.980,163 yang menjadi level open, dan high di 5.111,420. Volume transaksi tercatat 9,707 miliar saham dengan turnover Rp4,743 triliun dan frekuensi 284.651 kali. Sebanyak 380 saham menguat, 259 saham melemah, dan 115 saham stagnan. Market cap kembali ke Rp9.018,886 triliun.

Penguatan ini mematahkan tren pelemahan kemarin (19/10) yang sempat terjun -5,05% di sesi I ke 4.923 dan ditutup anjlok -3,64% ke 4.996,61 dengan asing net sell Rp2,28 triliun di pasar reguler.

Sentimen Global dan Proyeksi

Rebound IHSG sejalan dengan membaiknya sentimen saham teknologi global. Kiwoom Morning Equity mencatat Wall Street Senin (19/10) bervariasi, S&P 500 naik 0,4% ke 7.692,64 dan Nasdaq menguat 1,1% ke 26.430,89, ditopang saham Micron, Intel, dan Amazon pasca aksi jual sektor AI pekan lalu.

"Sentimen investor mulai membaik pada saham teknologi, tetapi belum merata di seluruh pasar," tulis Kiwoom.

Namun, risiko geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga energi masih membayangi, dengan WTI naik 2,22% ke US$103,36 per barel.

Secara teknikal, Kiwoom menilai IHSG kemarin sudah oversold dengan RSI (14) di level 14,82.

"RSI (14) turun ke level 14,82, menunjukkan kondisi oversold sehingga membuka peluang technical rebound. Jika IHSG mampu rebound di atas level 4.999, ada peluang menguat ke resistance terdekat di level 5.100-5.185, jika break lanjut kembali test 5.332," tulis Kiwoom.