Terima Kekayaan Intelektual Sebagai Jaminan Kredit, Kita Negara ke-15
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan keterangan pada konferensi pers usai acara Intellectual Property (IP) Xpose Indonesia di Jakarta, Rabu (13/8/2025). (Foto: Dok.Kementerian Hukum)
EmitenNews.com - Kementerian Hukum (Kemenkum) resmi meluncurkan program inovatif yang memanfaatkan sertifikat kekayaan intelektual (KI) sebagai jaminan kredit. Peluncuran itu mencatatkan Indonesia sebagai negara ke-15 di dunia yang menerapkan konsep pembiayaan KI.
"Komitmen pemerintah Indonesia harus kita lakukan untuk bukan sekadar melindungi KI, melindungi penting, tetapi kalau dia tidak mampu kita komersialisasikan maka tentu tidak punya dampak kepada bangsa dan negara,” kata Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dalam acara Intellectual Property (IP) Xpose Indonesia di Jakarta, Rabu (14/8/2025).
Program hasil kolaborasi antara Kemenkum, Kementerian UMKM, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu awalnya berfokus pada sertifikat merek sebagai agunan. Namun, ke depan akan diperluas ke paten, desain industri, dan surat pencatatan hak cipta.
Menkum menekankan, komersialisasi KI krusial agar memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. "Melindungi KI penting, tapi tanpa komersialisasi, tidak ada dampak bagi bangsa," katanya.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti terobosan ini sebagai pengakuan KI sebagai aset tidak berwujud. "Selama ini bank lebih menghargai aset fisik. Padahal, KI adalah aset bernilai tinggi meski tak terlihat," ujarnya.
Pemerintah berencana memperluas kolaborasi ke bank-bank lain dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) guna memperkuat akses pendanaan bagi pemilik KI.
Program itu diharapkan mendorong inovasi UMKM dengan mengubah sertifikat KI dari sekadar perlindungan hukum menjadi instrumen finansial aktif.(*)
Related News
BTN Run 2026 for Charity Hasilkan Donasi Rp760 Juta
Hemat Energi, Pertamina Dorong Karyawan Gunakan Transportasi Publik
Kemlu-Pertamina Bahas Pembebasan Dua Kapal Tanker RI di Selat Hormuz
35 Persen MinyaKita Didistribusikan Lewat Bulog
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Lanjut Hingga April
Baru: Aplikasi Travoy Mungkinkan Bayar Tol Nirsentuh di 100 Titik





