Terlalu Banyak Informasi Bisa Rugikan Investor, Begini Cara Memilahnya
Ilustrasi trading saham (Bions BNI Sekuritas)
EmitenNews.com - Investor kini menghadapi tantangan baru yakni berlimpahnya data yang berpotensi memicu keputusan impulsif alias tanpa perencanaan matang. Menguasai kemampuan memilah informasi yang benar-benar relevan akan mendukung tercapainya strategi investasi mereka.
Investasi yang sehat bukan ditentukan oleh kecepatan bereaksi terhadap setiap berita pasar, melainkan kemampuan untuk tetap tenang dan fokus pada informasi yang berdampak nyata terhadap portofolio.
“Tidak semua informasi pasar perlu reaksi. Investor dapat memilih mana yang berdampak nyata pada portofolio mereka dan mana yang hanya mengganggu ketenangan,” ujar Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, investor perlu membedakan antara signal dan noise. Signal merupakan informasi yang memiliki dampak langsung terhadap nilai investasi seperti kinerja keuangan perusahaan, kebijakan suku bunga, atau data ekonomi utama.
Sementara noise sering muncul dalam bentuk berita sensasional, fluktuasi harga jangka pendek, maupun opini spekulatif yang viral namun minim dasar.
Agar tetap terinformasi tanpa terbebani informasi berlebihan, investor disarankan untuk menata akses informasi sesuai kebutuhan strategi investasi.
“Investor jangka panjang sebaiknya fokus pada kondisi makroekonomi dan fundamental emiten, sedangkan investor jangka pendek lebih memerlukan informasi terkait sentimen pasar, volume transaksi, hingga indikator teknikal,” katanya.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dalam memantau pasar.
Selain itu, Teddy menekankan bahwa aktivitas investasi tidak harus dilakukan sepanjang waktu. Investor dapat menentukan ritme pemantauan pasar sesuai strategi masing-masing, baik dengan memantau pasar pada waktu tertentu untuk trading jangka pendek maupun melakukan evaluasi portofolio secara berkala bagi investor jangka panjang.
Menurutnya, penggunaan sumber informasi yang kredibel seperti laporan perusahaan, analis profesional, maupun platform sekuritas resmi juga penting untuk meminimalkan paparan noise yang dapat memicu keputusan emosional.
Pada akhirnya, disiplin dalam menyaring informasi menjadi kunci keberhasilan investasi. “Yang konsisten bukanlah yang paling reaktif, melainkan yang paling disiplin dalam menyaring signal dan mengabaikan noise,” imbuhnya.
Related News
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Koperindo Dibayar Bertahap hingga Juli 2026
IHSG Anjlok ke 7.337, Sektor Transportasi dan Properti Paling Tertekan
Siap-Siap! Sukses “The Next Wave”, KISI Challenge Bakal Kembali Hadir
Lippo dan Danantara Mulai Garap Rusun Subsidi di Meikarta
Produksi Minyak Sumur Banyu Urip Melejit Dari 4.800 ke 12.300 BOPD
Harga Pakan Turun, Kementan Pastikan Biaya Produksi Makin Efisien





