EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berlanjut mengalami koreksi. Itu menyusul pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street, dan Asia. Pasalnya, peluang The Fed mengerek suku bunga sangat tinggi.
”IHSG akan bergerak pada rentang support 7.080, dan resisten 7.140,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Kamis (7/4).
Sejatinya, terjadi pola reversal IHSG dari candle merah terbentuk kemarin. Meski begitu, pelemahan IHSG masih belum menembus ke bawah level 7.100 sebagai support. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini yaitu SILO, ASII, MDKA, INCO, ANTM, TPIA, INDY, HRUM, SCMA, ADRO, SRTG, KKGI, ITMG, dan UNTR.
Menyudahi perdagangan kemarin, IHSG minus 0,62 persen menjadi 7.104,21. Koreksi itu dipengaruhi sektor transportasi 1,80 persen, keuangan anjlok 1,28 persen, dan properti nyungsep 1,26 persen. Investor asing membukukan net buy Rp418,68 miliar dengan saham paling banyak diburu ASII, EMTK, dan ITMG.
Sementara itu, bursa saham AS Wall Street melemah. Itu sesaat setelah the Fed memutuskan memangkas neraca pembukuan. Salah satu gubernur the Fed Lael Brainard, menyampaikan kekhawatiran terhadap sikap The Fed akan lebih agresif dalam memerangi inflasi. Bursa Asia pagi ini sudah masuk Zona Merah. Indeks Nikkei minus 1,8 persen, dan Kospi tekor 0,7 persen. (*)
Related News
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun
Hasil Tajak di Sumur Pengembangan ABB-143 Hasilkan 3.672 BOPD Minyak
IHSG Bertabur ATH, Investor Tunggu Prabowo Buka Perdagangan 2026
Perkembangan Terbaru si Saham Rp1





