Terseret Wall Street, IHSG Bakal Jeblok
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah. Itu dipicu eskalasi serangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap gubernur The Fed Jerome Powell. Perseteruan dua kubu itu, menimbulkan pertanyaan mengenai independensi bank sentral.
Sementara itu, sedikitnya tanda-tanda kemajuan soal negoisasi penerapan tarif resiprokal/perang dagang juga menjadi tambahan sentimen negatif pasar. Berdasar postingan terbaru Truth Social, Presiden Donald Trump mengatakan pertumbuhan ekonomi AS akan melambat kecuali jika Jerome Powell segera menurunkan suku bunga acuan.
Paman Trump secara terang-terangan menjuluki Jerome Powel sebagai orang yang selalu telat dalam mengambil keputusan, dan seorang pecundang. Postingan Trump tersebut merupakan lanjutan dari postingan lain minggu lalu. Kala itu, Trump juga menyerukan The Fed menurunkan suku bunga, bahkan mengisyaratkan “pemecatan” Powell.
Koreksi signifikan indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif indeks harga saham gabungan (IHSG). Sementara itu, laju kenaikan harga emas, dan aksi korporasi emiten yaitu buyback, dan pembagian dividen berpeluang menjadi sentimen positif pasar.
Oleh sebab itu, sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 22 April 2025, Indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Indeks akan menyusuri kisaran support 6.380-6.315, dan resistance di posisi 6.510-6.580.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Bukalapak.com (BUKA), Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS), Kalbe Farma (KLBF), Perusahaan Gas Negara alias PGN (PGAS), J Resources (PSAB), dan Jasa Marga (JSMR). (*)
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





