EmitenNews.com - Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sepanjang paruh pertama tahun 2026 menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Perusahaan tambang ini sukses mencetak laba besar, membalikkan posisi rugi yang dialami pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi perusahaan yang mulai fokus memproduksi dan memasarkan produk akhir, bukan lagi sekadar mengekspor material mentah.

Balik Arah Kinerja: Dari Rugi Menjadi Keuntungan Jumbo

Dari sisi pendapatan, AMMN membukukan angka 2,05 miliar dolar AS selama enam bulan pertama 2026. Angka ini melonjak tajam hingga 1.024 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang saat itu hanya mencapai 182,59 juta dolar AS. 

Seiring dengan kenaikan kapasitas ini, biaya produksi memang turut meningkat dari 126,89 juta dolar AS menjadi 1,08 miliar dolar AS. Meski begitu, nilai jual produk olahan yang jauh lebih tinggi membuat perusahaan mampu mencetak laba kotor sebesar 964,15 juta dolar AS, jauh melampaui capaian tahun lalu di angka 55,7 juta dolar AS.

Perusahaan juga terbukti berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban operasional menjadi 54,6 juta dolar AS dari sebelumnya 85,9 juta dolar AS. Hasil penghematan ini membuat laba operasional menyentuh angka 909,54 juta dolar AS, berbalik arah dari kerugian operasional sebesar 30,2 juta dolar AS pada tahun lalu. 

Pada akhirnya, AMMN mengantongi laba bersih sebesar 503,68 juta dolar AS. Pencapaian ini merupakan perbaikan mutlak dari posisi perusahaan yang masih menanggung rugi bersih 146,42 juta dolar AS pada paruh pertama tahun lalu.

Baca Juga: Bobot MSCI Terbaru: Cuma 5 Penguasa Large Cap & 42 Saham Small Cap

Tembaga dan Emas Sebagai Motor Penggerak Utama

Seluruh pendapatan perusahaan yang mencapai lebih dari dua miliar dolar AS tersebut bersumber sepenuhnya dari anak usaha mereka, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Komoditas tembaga menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang 1,15 miliar dolar AS atau menguasai 56,2 persen dari total pendapatan. Produk tembaga yang sudah dimurnikan menjadi katoda tembaga mencatatkan penjualan senilai 662,9 juta dolar AS, sementara sisa pendapatan tembaga berasal dari ekspor bentuk konsentrat senilai 491,5 juta dolar AS.

Di sisi lain, komoditas emas memberikan kontribusi sebesar 897,98 juta dolar AS atau setara 43,8 persen dari total pendapatan. Transformasi bisnis ini sangat terlihat dari keberhasilan AMMN membuka pasar di dalam negeri yang sebelumnya sama sekali belum tersentuh.