Tiket Pesawat Mahal, Kemenhub Ungkap Faktor Pemicunya
Industri penerbangan nasional berada dalam tekanan. Di satu sisi jumlah armada pesawat menyusut signifikan, di sisi lain jaringan bandara justru terus bertambah. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu pemicu mahalnya harga tiket pesawat yang dikeluhkan masyarakat. Faktornya, yaitu avtur mahal, biaya masuk bandara, dan PPN. Dok. STTD.
EmitenNews.com - Industri penerbangan nasional berada dalam tekanan. Di satu sisi jumlah armada pesawat menyusut signifikan, di sisi lain jaringan bandara justru terus bertambah. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu pemicu mahalnya harga tiket pesawat yang dikeluhkan masyarakat. Faktornya, yaitu avtur mahal, biaya masuk bandara, dan PPN.
"Kalau per hari ini, kita cuma punya 388 pesawat yang serviceable dari total 566. Jadi ada 178 pesawat yang tidak bisa beroperasi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa dalam launching Indonesia Aviation Association (IAA), di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Saat yang sama, Indonesia harus melayani jaringan bandara yang sangat luas. Jumlah bandara saat ini mencapai 257 dan akan terus bertambah hingga hampir 300 bandara dalam waktu dekat. Termasuk bandara milik Angkasa Pura Indonesia dan rencana Bandara Bali Utara.
Keterbatasan armada juga berdampak langsung pada jaringan rute. Saat ini hanya tersisa sekitar 290 rute domestik yang melayani 123 kota, sedangkan rute internasional tercatat 155 rute dengan 56 maskapai asing dari 27 negara.
"Airline kita cuma 14, termasuk dua kargo, yang melayani seluruh Indonesia. Jelas ini kurang," kata Lukman.
Upaya pemulihan industri penerbangan pascapandemi Covid-19 juga belum sepenuhnya tuntas. Secara keseluruhan, jumlah penumpang baru mencapai sekitar 88% dibandingkan tahun 2019, dengan penerbangan domestik masih tertinggal jauh.
Dengan kondisi tersebut, kenaikan harga tiket menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Tekanan biaya juga diperparah oleh faktor di luar kewenangan Kemenhub, seperti harga avtur, biaya kebandarudaraan, serta penerapan PPN. ***
Related News
Kasus Penyiraman Air Keras, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Sipil
Tiga Anggota TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Kawal Sidang Korupsi Satelit, Kejagung Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli
Usai Kantongi Rp380T, Prabowo Lanjut Lobi 13 Raksasa Bisnis Jepang
Hentikan Spekulasi! Pemerintah Pastikan Tidak ada Kenaikan Harga BBM
Soal Penyesuaian Harga BBM, Bahlil: Tunggu Pengumuman Resmi Presiden





