EmitenNews.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengungkap tingkat adopsi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di Indonesia pada Februari 2026 telah mencapai 92 persen. Bahkan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pemain strategis dalam pengembangan AI global.

"Data menunjukkan bahwa adopsi AI telah mencapai 92 persen di tahun 2026 pada Februari yang lalu, dan itu merupakan sinyal positif bahwa masyarakat kita sebenarnya cukup siap untuk merangkul teknologi baru," ujar Wamen Nezar Patria dalam acara AI Leadership Exchange Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (11/06/2026).

Wamenkomdigi menekankan angka adopsi AI yang tinggi itu harus menjadi momentum untuk mempercepat transformasi dari pengguna teknologi menjadi pencipta inovasi AI. Sayangnya tingginya adopsi AI tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan nasional dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan produktivitas.

Berdasarkan Technology and Innovation Report 2025, Indonesia masih berada dalam kategori laggards dari sisi kesiapan keterampilan AI.

"Meskipun Indonesia punya kapasitas dari segi koneksi seperti yang saya sebutkan tadi, namun Indonesia masih masuk dalam kategori laggards dari segi kesiapan keterampilan AI," ungkapnya.

Karena itu menurut Nezar tantangan Indonesia saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses terhadap teknologi, melainkan meningkatkan kemampuan agar mampu bertransformasi dari pengguna menjadi pemain aktif hingga pemimpin dalam pengembangan AI.

Wamen Nezar menjelaskan Kemkomdigi memiliki program AI Talent Factory yang menjaring generasi muda untuk berkolaborasi dalam melahirkan solusi dari berbagai permasalahan dengan memanfaatkan AI.

"Ini sangat penting untuk kita lakukan agar adopsi AI ini bisa lebih kuat," tuturnya.(*)