EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah. Itu dipicu saham sektor teknologi berbasis AI tertekan. Maklum, OpenAI melaporkan pendapatan disetahunkan lebih rendah dari diisyaratkan sebelumnya. Selain itu, ledaka harga minyak mentah juga turut menjadi tambahan sentimen negatif pasar.

Beberapa saham teknologi berbasis AI membukukan pelemahan cukup signifikan. Antara lain Oracle minus 5,48 persen, Advance Micro Device susut 3,90 persen, dan Nvidia terdilusi 2,94 persen. Di sisi lain, harga minyak mentah jenis WTI melonjak 3,64 persen, dan Brent menguat 4,07 persen.

Lompatan minyak mentah itu, usai presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tidak mau membuat kesepakatan damai dengan Iran untuk mengakhiri konflik. AS sedang mempersiapkan untuk melakukan pengeboman secara masif ke Iran. Meski demikian, Trump mengaku tidak akan melancarkan serangan sebelum pemilihan sela November 2026.

Pernyataan Trump itu, membuat kenaikan harga minyak sedikit tertahan. Perosotan indeks bursa Wall Street, dan koreksi harga komoditas mineral logam (timah, nikel, tembaga), dan aksi jual masif investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, CPO, dan emas berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).

Dengan begitu, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.930-5.830, dan resistance 6.130-6.230. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham BFI Finance (BFIN), Kalbe (KLBF), SIG (SMGR), Ultrajaya (ULTJ), PGN (PGAS), dan Merdeka Gold (EMAS). (*)