EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih menguji level 6.000 pada perdagangan Jumat (2/10). Analis bahkan mewanti-wanti jika level tertembus di bawah itu, maka berpotensi akan menguji level berikutnya di 5.800-5.900.

Namun demikian, beberapa analis memberikan pilihan saham yang dapat dicermati pelaku pasar mengarungi perdagangan terakhir di pekan ini.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta misalnya, ia mencermati tiga saham pilhan meliputi BRIS (extremelly oversold), BULL (extremely oversold) dan TINS.

Menuturnya, pelaku pasar dapat mencermati BRIS dengan TP1: 1.505, TP2: 1.610, dan TP3: 1770. Sementara BULL dapat dicermati TP: 358, TP2: 374, dan TP3: 406, sedangkan TINS pelaku pasar dapat mencermati TP1: 4.730, TP2: 4.860 dan TP3: 5.425.

Berbeda dengan Nafan, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memberikan pilihan saham ASII hingga BMRI untuk dicermati pasar pada perdagangan hari ini.

Ia berpandangan, ASII terkoreksi 1,96% ke 4,510 dan masih didominasi oleh tekanan jual, dan diperkirakan posisi ASII saat ini sedang berada pada bagian akhir dari wave iii dari wave c dari wave (y), dengan TP: 4.680-4.740.

Lalu, ARCI, menurutnya pergerakannya pun sudah berada di bawah MA60 kendati masih didominasi tekanan jual, dan diperkirakan posisi ARCI saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave iv, dengan TP: 1.340-1.415.

Sementara untuk BMRI, Herditya menyebut muncul volume pembelian seiring pergerakan sahamnya yang flat dan ditutup di 4.010. Ia memperkirakan posisi BMRI sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c), dengan TP: 4.060-4.140.

Di sisi lain, Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mencermati dua saham untuk trading buy. Keduanya yaitu DSSA dan EMAS. Dalam catatan KISI, DSSA dalam minor trend-nya membentuk inverted head and shoulders, dengan TP1: 1.175 dan TP2: 1.220. Sedangkan EMAS berpotensi tutup gap dengan momentum stochastic goldencross di area oversold, dengan TP1: 8.000 dan TP2: 8.375.