Usai H Isam Kuasai 30,25 Persen, Bos BYAN Andalkan Sang Putri
:
0
Aktivitas pengangkutan di pelabuhan batu bara Bayan Resources. Foto - Dok BYAN
EmitenNews.com - H Isam resmi mengempit 30,25 persen saham Bayan Resources (BYAN). Itu setelah menyerok 10,04 miliar saham BYAN dengan harga Rp2.588 per helai. Transaksi akuisisi senilai Rp26,09 triliun itu, telah dipatenkan pada 7 Oktober 2026.
Pemilik nama asli Andi Syamsuddin Arsyad itu, mengambilalih saham BYAN melalui anak usaha yaitu Jhonlin Baratama. Di mana, sebanyak 10,06 miliar saham BYAN senilai Rp26,05 triliun diangkut dari Dato Low Tuck Kwong. Lalu, menyerap 16,66 juta saham setara dengan Rp43,13 miliar dari Elaine Low, putri tersayang Dato Low Tuck Kwong.
Artinya, H Isam mengambil sebanyak 30,2 persen saham BYAN dari kantong investasi Dato’ Low Tuck Kwong, dan mengemas 0,05 persen saham BYAN dari Elaine Low. Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham BYAN dalam genggaman Dato Low tersisa 3,31 miliar helai setara 9,95 persen, dan Elaine Low sebesar 7,35 miliar lembar atau 22,05 persen.
Sehari sebelum transaksi itu tuntas, tepatnya pada 6 Oktober 2026, Dato Low memindahkan 33,33 juta saham BYAN dengan harga Rp11.025 per helai. Transaksi dengan tujuan divestasi itu bernilai Rp367,5 miliar. Dan, rupanya pelucutan saham sebanyak itu, ditampung penuh oleh Elaine Low.
”Penuntasan transaksi itu tidak berdampak menaterial negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan. Pastinya, transaksi tidak mengubah pengendalian perseroan,” tegas Jenny Quantero, Direktur Bayan Resources.
Sumber Dana Akuisisi
Kalau ditelisik lebih saksama, pengambilalihan saham BYAN dari Dato Low dan Elaine Low oleh H Isam bernilai sangat murah. Diskon brutal. Tepatnya, H Isam mendapat kortingan 10.012 poin alias 79,46 persen. Itu dengan mengacu penutupan perdagangan saham BYAN edisi 7 Oktober 2026 di kisaran Rp12.600 per lembar.
Nah, selanjutnya, untuk membiayai aksi akuisisi itu, H Isam menggadaikan 100 saham Jhonlin Agro Raya (JARR), dan Pradiksi Gunatama (PGUN) kepada Bank Mandiri (BMRI). Saham dua anak usaha itu, dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman yang akan diperoleh dari Bank Mandiri.
JARR menggadaikan 7,99 miliar helai atau 100 saham kepada Bank Mandiri. Teken transaksi gadai saham telah dilakukan pengendali JARR yaitu Eshan Agro Sentosa pada 30 September 2026. Saat bersamaan, PGUN melelaui Araya Agro Lestari sebagai pengendali, menggadaikan 100 persen alias 2,2 miliar saham kepada Bank Mandiri.
Gadai saham tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas JARR, dan PGUN. Eshan Agro tetap pengendali JARR, dan Araya Agro tetap menjadi pengendali PGUN. Selain itu, transaksi tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham, dan tidak mengubah jumlah modal ditempatkan maupun modal disetor perseroan. (*)
Related News
Hutama Karya (PTHK) Sebut Permohonan PKPU PT Indoland Mengada-ada
United Tractors (UNTR) Gunakan Kas Internal Rp5,6T Buyback Saham
Gantikan Glenny, Garuda Indonesia (GIAA) Kini Dipimpin Thomas Sugiarto
Bagi Nasabah Prioritas, BNI Sediakan Pembaruan Fitur wondr by BNI
SEMA Kantongi Kontrak Listrik Data Center CGK5 & CGK7, Ini Prospeknya
Segar Kumala (BUAH) Bagi Dividen Interim Rp20 Miliar, Cek Jadwalnya





