Usai Lompat 8,33 Persen, Saham CRAB Kini Susuri Zona Merah
:
0
Ilustrasi PT Toba Surimi Industries Tbk. (CRAB). Dok. Tobasurimiindustries.
EmitenNews.com - Usai melompat 8,33 persen ke level 234 di awal perdagangan, saham PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) kini susuri zona merah. Saham CRAB melemah 1,85 persen ke level 212 jelang penutupan sesi I perdagangan Senin (5/10).
Naik turunnya saham CRAB bertepatan dengan jadwal cum dividen yang jatuh pada hari ini. Seperti diketahui, CRAB telah memutuskan akan membagi dividen tunai dari tahun buku 2025, jumlahnya Rp2 per helai.
Total dividen tunai tahun buku 2025 yang dibagikan CRAB sebesar Rp3,9 miliar, dan akan disalurkan ke pemegang saham pada 29 Oktober 2026 mendatang. Jumlah itu merepresentasikan sekitar 17,08% dari perolehan laba bersih CRAB di tahun 2025 yang mencapai Rp22,83 miliar.
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 5 Oktober 2026, dengan ex dividen pada 6 Oktober 2026.
Lalu cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 7 Oktober 2026, dengan ex dividen pada 8 Oktober 2026. Sementara itu, jadwal recording date akan berlangsung pada 7 Oktober 2026, dan pembayaran dividen tunainya pada 29 Oktober 2026.
Bidik Penjualan Rp631,10 Miliar
Berdasarkan materi paparan publik CRAB pada Senin (21/9) lalu, perseroan membidik penjualan bersih sebesar Rp631,10 miliar hingga akhir tahun 2026. Selain itu, CRAB juga memproyeksikan lab bruto mencapai Rp76,62 miliar, dengan target laba operasi dan laba sebelum pajak penghasilan masing-masing ditargetkan menyentuh Rp31,61 miliar dan Rp31,51 miliar.
Sepanjang paruh pertama 2026, CRAB berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp322,13 miliar hingga 30 Juni 2026, naik 8,00% dari Rp298,29 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laba bersih tahun berjalan turun 53,21% menjadi Rp3,94 miliar dari Rp8,42 miliar. Laba per saham (EPS) turun 53,24% menjadi Rp2,02 dari Rp4,32.
Jumlah liabilitas naik 168,03% menjadi Rp125,22 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Rp46,74 miliar hingga 31 Desember 2025. Jumlah aset mencapai Rp367,78 miliar hingga 30 Juni 2026 naik 28,87% dari Rp285,36 miliar hingga 31 Desember 2025.
Related News
IHSG Sesi I (5/10) Nyaris Sideways, Naik Tipis 0,03% ke 6.038
PSSI Tambah 6 Kapal Baru, Direktur Ungkap Tujuannya
Dua Saham Ini Tergembok Akibat ARA Beruntun & Suspensi Khusus BEI
Divonis UMA, Saham Ini Justru Melesat ARA 4 Hari Berturut-Turut
BSI (BRIS ) Laba Rp5,30 T, NFF 1,8%, Fee Based Rasio 23,07%
Anjlok, Pengendali Emiten Ponakan Prabowo Lego Puluhan Juta Helai





