Valuasi Tembus USD20 M, Polymarket Pertimbangkan IPO dan Token
:
0
Platform pasar prediksi terdesentralisasi Polymarket sedang mempertimbangkan opsi penawaran umum perdana (IPO) di pasar keuangan tradisional serta peluncuran token berbasis blockchain. (Ilustrasi foto: The Atlantic)
EmitenNews.com - Platform pasar prediksi terdesentralisasi Polymarket sedang mempertimbangkan opsi penawaran umum perdana (IPO) di pasar keuangan tradisional serta peluncuran token berbasis blockchain. Langkah strategi penggalangan dana dan ekspansi bisnis ini dilaporkan Bloomberg pada Selasa (13/10).
Prospek peluncuran aset digital tersebut mengemuka menyusul pernyataan jajaran manajemen perusahaan dalam acara industri kripto global.
"Perusahaan sedang meninjau aset on-chain dengan fungsionalitas pemrograman praktis," kata CEO Polymarket Shayne Coplan dalam konferensi TOKEN2049 di Singapura pada Selasa (7/10) sebagaimana dilaporkan Bloomingbit.io.
Meskipun demikian, perusahaan menegaskan bahwa pihaknya belum secara resmi mengumumkan jadwal pasti penawaran saham maupun pelaksanaan acara pembuatan token (TGE).
Valuasi pasar Polymarket mencatatkan kenaikan pesat. Setelah meraih investasi strategis dari Intercontinental Exchange—entitas induk Bursa Saham New York—valuasi platform ini tercatat sebesar USD9 miliar (sekitar Rp144 triliun) pada tahun lalu, lalu naik menjadi sekitar USD15 miliar (sekitar Rp240 triliun) pada April. Pada Agustus, spekulasi pembicaraan investasi menyebut nilai perusahaan telah melampaui USD20 miliar atau setara Rp320 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).
Kenaikan nilai perusahaan tersebut ditopang oleh kinerja finansial yang kuat, dengan pendapatan tahunan dilaporkan berada jauh di atas USD1 miliar. Pada satu akhir pekan baru-baru ini, platform tersebut membukukan pendapatan sekitar USD9,9 juta, mengungguli perolehan Hyperliquid sebesar USD2,64 juta pada periode yang sama.
Guna mendukung rencana pencatatan saham di bursa efek, Polymarket memperkuat kepatuhan regulasi di Amerika Serikat dengan mengakuisisi QCEX agar beroperasi di bawah pengawasan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) serta meluncurkan Polymarket US.
Perkembangan ekspansi Polymarket dan potensi penawaran instrumen token ini menjadi perhatian para pelaku pasar aset kripto, investor modal ventura, serta regulator di Indonesia. Langkah kepatuhan regulasi platform global ini sekaligus menjadi tolok ukur bagi tata kelola serta potensi perkembangan industri pasar prediksi dan aset digital di dalam negeri.(*)
Related News
IHSG Pagi Dibuka Memantul 0,38% Usai Tertekan Dua Hari Berturut-Turut
Asing Mulai Akumulasi, IHSG Potensial Rebound
Wall Street Melemah, Pasar Tahan Napas Tunggu CPI AS 3,6 Persen
Minat Tinggi, Pemerintah Serap Rp35 Triliun dari Lelang SUN Selasa
Sideways, IHSG Uji Level 6.000
IHSG Rabu (14/10), Ini Proyeksi dari Analis





