Valuasi Terdiskon, GOTO Rebound
:
0
Suasana listing perdana GOTO di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Dok Bloomberg
EmitenNews.com - Perdagangan saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) berlangsung ramai pada hari kelima setelah pembukaan batas harga minimum Rp50 atau dikenal sebagai “gembok gocap”. Setelah tertekan selama empat hari perdagangan sebelumnya, harga saham GOTO berada di level Rp27 pada sesi I.
Nilai transaksi saham GOTO hingga akhir sesi I menembus Rp1,74 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 65,11 miliar saham. Aktivitas tersebut menjadi paling ramai dalam lima hari perdagangan terakhir, menunjukkan besarnya perhatian pelaku pasar terhadap saham perusahaan teknologi tersebut.
Ramainya perdagangan memperlihatkan penyesuaian harga setelah pembukaan batas minimum masih diikuti aktivitas transaksi tinggi. Pada level harga lebih rendah, saham GOTO menjadi sorotan investor mempertimbangkan peluang pemulihan sekaligus perkembangan fundamental perusahaan.
Analis Kafi Ananta dari BRI Danareksa Sekuritas menilai harga saham GOTO saat ini telah berada pada tingkat valuasi menarik. Menurutnya, tekanan harga selama beberapa hari terakhir perlu dicermati bersama perubahan kinerja perusahaan sudah membukukan laba bersih dalam dua kuartal berturut-turut.
“Pada harga saat ini, saham GOTO sudah diperdagangkan di bawah satu kali nilai buku atau price-to-book value, padahal perusahaan sudah profitable. Kondisi tersebut menunjukkan valuasi sahamnya sudah rendah dibandingkan nilai buku perusahaan,” ujar Kafi Ananta.
Ia menilai pencapaian profitabilitas menjadi salah satu pertimbangan penting dalam membaca valuasi GOTO. Perusahaan telah menunjukkan kemampuan mencetak laba, sementara harga sahamnya masih mengalami tekanan setelah perubahan mekanisme perdagangan.
“Dengan perusahaan sudah mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut, harga saat ini membuat GoTo menjadi saham undervalued. Pasar perlu melihat apakah besarnya diskon tersebut masih sejalan dengan perkembangan fundamental bisnisnya,” katanya.
GOTO membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II 2026, meningkat sekitar 47 persen dibanding kuartal sebelumnya Rp171 miliar. Pencapaian tersebut memperpanjang tren profitabilitas perusahaan menjadi dua kuartal berturut-turut. Pada periode sama, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp5,7 triliun, tumbuh 31 persen secara tahunan. EBITDA Grup disesuaikan juga melampaui Rp1 triliun untuk kali pertama, mendukung pencapaian target sepanjang 2026 sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Kafi Ananta menambahkan, meredanya tekanan jual perlu dicermati bersamaan dengan tingginya aktivitas transaksi. Meski volume perdagangan besar belum dengan sendirinya memastikan pembalikan arah harga, kondisi tersebut menunjukkan adanya minat beli yang menyerap saham ditawarkan di pasar.
“Tekanan jual yang mulai mereda menunjukkan harga saham GOTO sudah sangat terdiskon sehingga banyak investor mulai melirik. Nilai transaksi besar memperlihatkan adanya minat pasar pada level harga saat ini, meskipun arah pergerakan berikutnya tetap perlu dicermati,” ujarnya.
Related News
Debut Asesmen S&P Global, AVIA Raih Skor ESG Lewati Rata-Rata Industri
TLDN Bagi Dividen Interim Rp258,93 Miliar, Ini Jadwalnya!
Investor Restui Restrukturisasi, dan Penyehatan ADHI
HUT ke-28, Bank Mandiri (BMRI) Bayar Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Akuisisi DOOH Cuma Rp50, Pengendali Baru Siapkan MTO Rp148 per Saham
ADHI Jual 2 Aset Sekaligus, Rampingkan Portofolio & Perkuat Likuiditas





