EmitenNews.com - Verah Wahyudi S Wong terus mengurangi timbunan saham Lancartama (TAMA). Itu dilakukan dengan menjual 3.118.600 helai alias 3,11 juta lembar. Transaksi divestasi tersebut telah ditahbiskan pada 4 September 2026.

Aksi pengurangan saham itu, telah dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp206 per lembar. Menyusul skema harga tersebut, Verah mendapat dana taktis senilai Rp642,43 juta. Sebagai akibat transaksi itu, koleksi saham TAMA dalam genggaman Verah menipis.

Tepatnya, menjadi 116,01 juta eksemplar setara dengan 9,67 persen. Berkurang sekitar 0,26 persen dari sebelumnya 119,13 juta lembar. Koleksi saham sebelum transaksi itu selevel dengan porsi kepemilikan 9,93 persen.

Sepanjang perdagangan Jumat, 4 September 2026, saham TAMA meroket 8,99 persen alias 17 pon menjadi Rp206. Dengan demikian, sejak awal tahun ini, saham TAMA telah melambung 320,41 persen setara 157 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp49.

Laba Longsor 2.121 Persen

TAMA per 30 Juni 2026 boncos Rp96,63 miliar. Makin bengkak 2.121 persen dari posisi sama tahun lalu dengan tabulasi rugi Rp4,35 miliar. Dengan hasil back to back negatif itu, rugi per saham dasar makin tebal menjadi Rp80,53 dari sebelumnya tekor Rp3,63.

Rugi makin bengkak itu menyusul pendapatan Rp5,85 miliar, drop 58,36 persen dari edisi sama tahun lalu Rp14,05 miliar. Beban pokok pendapatan Rp2,76 miliar, susut dari Rp8,31 miliar. Laba kotor terkumpul Rp3,08 miliar, mengalami koreksi dari episode sama tahun lalu senilai Rp5,73 miliar.

Beban umum dan administrasi Rp2,65 miliar, susut dari Rp2,84 miliar. Beban lain-lain Rp91,64 miliar, bengkak dari surplus Rp2,04 juta. Beban pajak final Rp152,59 juta, berkurang dari Rp368,38 juta. Rugi usaha Rp91,35 miliar, longsor dari laba Rp2,52 miliar. Pendapatan keuangan Rp9,34 juta, naik dari Rp1,64 juta.

Beban keuangan Rp5,29 miliar, susut dari Rp6,88 miliar. Jumlah ekuitas minus Rp61,97 miliar, drop dari surplus Rp34,65 miliar. Defisit Rp127,68 miliar, bengkak dari Rp31,05 miliar. Total liabilitas Rp144,72 miliar, bertambah dari Rp140,19 miliar. Jumlah aset Rp82,75 miliar, anjlok dari akhir tahun lalu Rp174,85 miliar. (*)