Wall Street Bangkit, IHSG Terus Melaju
:
0
Suasana pelataran Banteng Wulung tampak ramai. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu seiring rebound saham semikonduktor, dan koreksi harga minyak mentah di tengah masih eskalasi tensi geopolitik Timur Tengah. VanEck Semiconductor ETF melonjak 2,5 persen ditopang lonjakan saham Micron Technology 4,52 persen, dan Sandisk 7,59 persen.
Sementara itu, pusat komando pasukan militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi melancarkan serangan militer lanjutan ke Iran. Tindakan itu, sebagai respons terhadap serangan Iran ke kapal yang melintasi selat Hormuz. Meski begitu, harga minyak mentah turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran ingin membuat kesepakatan damai.
Penguatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Depresiasi rupiah, dan aksi jual masif investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat.
IHSG sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 10 Juli 2026 akan menyusuri kisaran support 5.840-5.770, dan resistance 5.985-6.055. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Sawit Sumbbermas (SSMS), Bank BCA (BBCA), Bank BNI (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Indosat (ISAT), dan Amman (AMMN). (*)
Related News
SMK Nusantara Pertahankan Gelar AXIS Nation Cup 2026
MSCI Masih Selimuti IHSG November 2026
HSC Resmi Didepak dari IHSG, Bursa Dibuka Terpangkas ke Bawah 5.000
Mengekor Wall Street, IHSG Tertekan
Tokenisasi Saham Ditolak 50 Emiten Global, Nvidia Ikut Menentang
Efek Eliminasi Saham HSC, IHSG Lanjut Tergelincir?





