EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat. Penguatan indeks dipicu kenaikan saham sektor teknologi, dan koreksi tipis harga minyak. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Rusia setuju untuk memasok bahan bakar diesel ke pasar AS maupun pasar global.

Indeks sentimen konsumen University of Michigan turun di level 46.3 pada Oktober 2026 menurut estimasi awal, merupakan level terendah sejak Mei. Investor mencermati perkembangan di Timur Tengah, seiring serangan Houthi terhadap bandara Arab Saudi  memicu memanasnya kembali ketegangan geopolitik, dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada 12-18 Oktober 2026, berlangsung di tengah situasi tingginya biaya energi, utang publik, pasar obligasi tidak stabil, dan kenaikan suku bunga. Pasar akan mencermati pidato dari para pejabat bank sentral seluruh dunia, dan rilis laporan World Economic Outlook versi terbaru dari IMF pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Nah, dari AS, perhatian investor akan terfokus pada data CPI dan PPI akan rilis pekan ini. Beberapa emiten besar AS juga akan mulai merilis laporan keuangan kuartal III 2026. IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat 1,04 persen menjadi 6.093. Untuk memperkuat transparansi, BEI dan KSEI melengkapi data kepemilikan saham berdasar 39 klasifikasi, dan tipe investor dengan informasi tambahan berupa kepemilikan lokal dan asing.

Selain itu, juga memperluas cakupan HSC untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun. Kondisi itu, berpotensi meningkatkan tekanan jual terhadap saham masuk daftar itu dalam jangka pendek. Secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.000-6.215 pekan ini. Namun, perlu waspadai dampak kenaikan harga minyak, dan perluasan cakupan saham HSC.

Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Astra International (ASII), Telkom Indonesia (TLKM), Amman Mineral (AMMN), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Dian Swastatika (DSSA). (*)