EmitenNews.com - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) lolos dari permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) setelah Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak perkara yang diajukan terhadap Perseroan.

Corporate Secretary WEGE, Purba Yudha Tama, menyampaikan bahwa perseroan telah menerima pemberitahuan putusan perkara PKPU tersebut pada Kamis, 6 Agustus 2026. Perkara dengan nomor register 158/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN Niaga Jkt.Pst tersebut diajukan oleh PT Bima Terang Nusantara dengan WEGE sebagai Termohon.

"Bahwa putusan perkara pada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 158/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN Niaga Jkt.Pst dengan pemohon PT Bima Terang Nusantara dinyatakan Ditolak," ujar Purba dalam keterbukaan informasi., Sabtu (8/8/2026).

Dengan adanya putusan tersebut, permohonan PKPU terhadap WEGE dinyatakan ditolak oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Manajemen WEGE juga menegaskan bahwa perkara tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Sebagai informasi, WEGE berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp610,17 miliar pada paruh pertama 2026. Angka ini melesat tajam secara Year-on-Year (YoY) sebesar 510% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu di angka Rp100 miliar. 

Dari sisi postur keuangan, WEGE sukses memangkas total liabilitas secara signifikan menjadi Rp1,84 triliun pada 30 Juni 2026. Capaian efisiensi kewajiban ini merupakan perbaikan nyata dibandingkan posisi liabilitas pada periode yang sama tahun lalu (YoY) yang tercatat sebesar Rp2,53 triliun per 30 Juni 2025.

Penurunan kewajiban ini secara langsung memperkuat rasio-rasio solvabilitas dan likuiditas perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) WEGE tetap berada di level yang sangat sehat yakni 0,98x. Current Ratio WEGE saat ini berada pada 1,80x, secara rasio struktur likuiditas menunjukkan perbaikan, meskipun penguatan arus kas operasi tetap menjadi prioritas.

Terjaganya rasio-rasio krusial ini turut didukung oleh total aset perusahaan yang mencapai Rp3,72 triliun, dengan struktur ekuitas yang sebesar Rp1,88 triliun.

Selama Semester I/2026, perseroan tetap konsisten menjaga produktivitasnya dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp404,85 miliar, dengan torehan laba bruto senilai Rp22,41 miliar.