Yield AS Melonjak, Harga Emas Tergerus ke USD4.150
:
0
Harga emas internasional bergerak melemah mendekati level USD4.150 per ons pada perdagangan Kamis (1/10/2026).(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas internasional bergerak melemah mendekati level USD4.150 per ons pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Penurunan ini menghapus keuntungan yang diraih pada sesi sebelumnya, tertekan oleh tingginya harga minyak bumi serta lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Tekanan terhadap logam mulia tersebut terjadi meski pasar sempat menerima sentimen positif dari rilis data inflasi AS yang berada di bawah perkiraan konsensus.
Berdasarkan laporan Trading Economics pada Kamis (1/10/2026), Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS naik 0,3 persen pada Agustus 2026, lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 0,4 persen. Sementara itu, PCE inti tercatat meningkat 0,2 persen, di bawah perkiraan 0,3 persen, sehingga inflasi PCE tahunan melandai ke angka 3,4 persen.
Melandainya data inflasi tersebut menekan probabilitas kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada pertemuan Oktober 2026 menjadi sekitar 38 persen, turun dibandingkan posisi sebelum rilis data PCE yang mencapai 51 persen.
Meski spekulasi kenaikan suku bunga The Fed berkurang, harga emas tetap terbebani oleh harga minyak mentah yang bertahan tinggi akibat minimnya kemajuan negosiasi diplomatik antara AS dan Iran. Kondisi ini memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir seiring timbulnya kekhawatiran atas inflasi energi yang berkelanjutan.
Penurunan harga emas dunia ke kisaran USD4.150 per ons berpotensi memberikan transmisi penyesuaian pada harga emas batangan domestik. Pelaku pasar keuangan dan investor logam mulia tanah air perlu mencermati volatilitas harga global ini sebagai dasar pertimbangan investasi serta langkah lindung nilai (hedging) di pasar modal domestik.(*)
Related News
Terpapar El Nino, Industri Minuman Cetak Kinerja Tertinggi
Kemendag Pangkas HPE Emas 3,5 Persen Akibat Naiknya Yield
Bank Mandiri (BMRI) Perkuat Modal Inti USD750 Juta via Perpetual Bond
Harga Minyak Bertahan Tinggi, Brent Stabil di Atas USD97
Daftar Resmi Harga BBM Per 1 Oktober
GIAA Siapkan PMHMETD III, Danantara Ambil Porsi Pakai Inbreng GMFI





