#
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). nilai kompetensi membaca masyarakat Indonesia juga berada di salah satu peringkat paling bawah di dunia. Berdasarkan survei Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia peringkat 72 dari 78 negara dalam hal literasi pada bidang matematika. (Dok. Katadata).

OJK Berharap Penempatan Rp30 Triliun ke Bank Himbara Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional

EmitenNews.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan penempatan dana senilai Rp30 triliun oleh pemerintah di bank-bank Himbara bisa membantu memulihkan kondisi perekonomian nasional.

“Ini bentuk perhatian dan dorongan kepada perbankan untuk lebih agresif dalam percepatan pemberian kredit untuk recovery ekonomi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR-RI di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Wimboh mengatakan bank-bank yang mendapatkan dana ini bisa segera merumuskan rencana bisnis untuk menyalurkan kredit kepada sektor riil, khususnya kepada UMKM.

Namun, ia mengingatkan dalam kondisi seperti ini masih ada sektor jasa yang masih terdampak COVID-19 yang belum bisa memperoleh pendapatan tetap seperti pariwisata dan perhotelan.

“Poin ini penting dan kami pantau bersama dengan perbankan. Kami juga minta hati-hati untuk alokasi sektor yang bisa diberikan dan bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

Selain itu, Wimboh menambahkan program penempatan dana ini sudah selaras dengan perkembangan program restrukturisasi kredit yang mulai melandai realisasinya pada Juni.

Dengan demikian, perbankan terutama Himbara bisa mulai fokus untuk menyalurkan pembiayaan agar kegiatan perekonomian di sektor riil dapat berjalan kembali.

“Sudah waktunya kami minta perbankan mulai memberikan kredit kepada debitur yang melakukan restrukturisasi maupun yang tidak, meski yang melakukan restrukturisasi butuh perhatian khusus,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kebijakan penempatan dana pemerintah di empat bank Himbara bisa memulihkan kondisi perekonomian.

Ia menyakini penempatan dana ini bisa bersinergi dengan program penambahan likuiditas (QE) yang sudah dilakukan bank sentral untuk memperkuat modal perbankan.

“Langkah ini sejalan dengan Quantitative Easing yang sudah dilakukan hingga Rp614 triliun. Kebijakan itu dengan langkah-langkah erat lainnya bisa segera memulihkan ekonomi,” ujarnya

Check Also

Pakar Hukum dari Trisakti anggap Polisi Lebay Tetapkan Tersangka Penyebar Hoaks UU Ciptaker
"Karena berita aslinya belum jelas, tidak ada yang disebut berita bohong. Lebay. Ya tidak ada tindak pidananya. Tidak ada sifat melawan hukumnya," kata Abdul Fickar Hadjar

EmitenNews.com – Polisi dituding lebay. Itu kritik pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: