#
Ilustrasi Bank Bukopin di Komplek Graha Mas, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pandemi covid-19 meredam pertumbuhan perbankan yang selama ini meningkat. Dunia perbankan sangat terpukul dengan penyebaran wabah virus corona. (Dok. MI/ATET DWI PRAMADIA).

OJK Pastikan Pandemi Covid-19 Redam Pertumbuhan Perbankan
"Awal terjadinya Covid-19, Desember 2019 sampai Mei 2020, benar-benar meredam pertumbuhan perbankan yang selama ini meningkat. Jadi luar biasa memang akibat pandemi Covid-19 ini," ujar Anung Herlianto

EmitenNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pandemi covid-19 meredam pertumbuhan perbankan yang selama ini meningkat. Dunia perbankan sangat terpukul dengan penyebaran wabah virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19 itu. Pasalnya, perbankan tetap membutuhkan likuiditas agar bisa tetap menyalurkan kredit.

Dalam diskusi Peran Pemilik dalam Mendukung Kinerja Bank secara virtual, Kamis (9/7/2020), Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Anung Herlianto mengatakan, sebelum adanya Covid-19, kinerja perbankan mulai ada perbaikan pascagempuran perang dagang Amerika Serikat-China pada 2019.

“Awal terjadinya Covid-19, Desember 2019 sampai Mei 2020, benar-benar meredam pertumbuhan perbankan yang selama ini meningkat. Jadi luar biasa memang akibat pandemi Covid-19 ini,” ujar Anung Herlianto.

Sebelumnya dari sisi aset, perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif, meski mengalami perlambatan. Dari 2015 ke 2016, aset perbankan nasional tumbuh 10,4 persen, 2017 tumbuh 9,77 persen, 2018 tumbuh 9,22 persen, hingga 2019 mulai melambat 6,13 persen menjadi Rp8.562 triliun.

Dari sisi pertumbuhan kredit, selama 2016 tumbuh 9,6 persen, 2017 sebesar 9,35 persen, 2018 sebesar 6,54 persen, hingga 2019 tumbuh 6,54 persen.

Kemudian dana pihak ketiga (DPK) pada 2016 tumbuh 7,87 persen. Berikutnya, 2017 menjadi 8,24 persen, 2018 naik lagi jadi 11,75 persen dan 2019 mulai melambat 6,08 persen menjadi Rp 5.616 triliun.

Berdasarkan data Mei 2020, pertumbuhan total aset hanya 0,59 persen, kredit 2,93 persen, dan DPK hanya 0,6 persen.

Di tengah dampak atas penyebaran virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, perbankan berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Seperti halnya, Bank Bukopin yang saat ini sedang memperbaiki kualitas penyaluran kredit.

Dalam diskusiyang sama, Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono menyebut, saat ini bank dituntut melakukan penguatan internal demi menjaga kualitas kredit. Menghadapi tekanan kualitas kredit, kata dia, bank akan melakukan penguatan internal untuk menjaga kualitas kredit serta melakukan percepatan penyelesaian kredit bermasalah. ***

 

Check Also

OJK Restui Japan Securities Finance (JSF) Pegang 10 Persen Saham PEI Milik SRO
OJK melalui SRO selaku pemegang saham PEI, telah menyetujui rencana investasi Japan Securities Finance Co., Ltd (JSF) sebagai pemegang saham PEI dengan nilai investasi sebesar Rp55,555 miliar atau sebesar 10% dari total modal disetor Perusahaan

EmitenNews.com- Dalam mendukung peningkatan transaksi di Pasar Modal Indonesia, serta menyediakan fasilitas pendanaan bagi sektor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: