#
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Dok. Suara Merdeka).

Operasional Pelabuhan Patimban Bakal Mundur dari Juni Menjadi September 2020

EmitenNews.com – Operasional Pelabuhan Patimban bakal mundur dari semula Juni 2020 menjadi September 2020. Mundurnya target itu juga sesuai pertimbangan pemerintah Jepang. Negeri Matahari Terbit itu, melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) berkomitmen memberikan pinjaman untuk proyek Patimban.

Kepada pers, Selasa (3/12/2019), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengisyaratkan bakal mundurnya operasional Pelabuhan Patimban itu, hingga September 2020. “Ya, mundur sedikit. Kami optimalkan waktu. Kalau pun mundur hanya tiga bulan. Mereka (Jepang) juga kan konservatif, ada persiapan-persiapan.”

Meski begitu Menteri Budi mengatakan, masalahnya akan dirapatkan lebih lanjut pada Januari 2020. Dari situ ia berharap target awal operasional Pelabuhan Patimban tetap tercapai. “Nanti finalisasi Januari 2020.”

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan Pelabuhan Patimban tahap I selesai Juni 2020. Sejauh ini Jokowi mengklaim perkembangan proyek itu sudah cukup bagus dan sesuai harapan. Jika sudah selesai, kata Presiden, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap II. Dengan pembangunan itu, diharapkan Patimban jadi pelabuhan besar pada 2027.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyatakan pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Patimban sudah masuk daftar proyek strategis nasional (PSN). Dengan demikian, konstruksinya akan dikebut agar bisa rampung tak lama setelah pelabuhan itu beroperasi.

Jika menjadi PSN, kata Budi Karya, bisa dilakukan percepatan pengadaan lahan dan investasinya, walau tidak sinkron sama waktu Pelabuhan Patimban. Menurut dia, pengadaan tanah bisa dilakukan bersamaan dengan proses tender. Dalam hal ini, PT Jasa Marga Tbk menjadi pemrakarsa akses tol menuju Pelabuhan Patimban.

Seperti informasi yang dikumpulkan Rabu (4/12/2019), diketahui Jasa Marga membentuk konsorsium bersama PT Surya Semester Internusa, PT Daya Mulia Turangga, dan PT Jasa Sarana. Konsorsium itu memperkirakan nilai investasi yang dikucurkan Rp6,35 triliun. Danang berharap, jika dokumen pemrakarsa selasai, tender bisa dimulai tahun depan. ***

 

Check Also

IHSG Sesi I Ditutup Loyo 27,53 Poin Ke Level 6.106

EmitenNews.com – Perdagangan pasar saham Indonesia pada pertengahan hari ini masih melemah. Indeks Harga Saham …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: