#
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah baju batik) makan bersama para peternak ayam sambil lesehan. Para peternak berunjuk rasa,di Kementan, Kamis (26/9/2019). (Dok. Tribunnews).

Para Peternak Ayam Berdemo di Kementan Tuntut Pemerintah Stabilkan Harga
Para peternak ayam rakyat dan perusahaan integrator sepakat mengerek harga ayam hidup di atas harga pokok produksi secara berkelanjutan

EmitenNews.com – Para peternak berdemo menuntut pemerintah menstabilkan harga ayam. Sebanyak 700 anggota Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) itu berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Pertanian, Kamis (26/9/2019). Mereka mengaku merugi, karena harga ayam anjlok di bawah Harga Pokok Produksi (HPP).

“Kami peternak rakyat mandiri menyampaikan tuntutan dan aspirasi kepada pemerintah dan pihak terkait, menuntut kestabilan harga ayam hidup dan penegakan regulasi,” ujar Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Jawa Tengah Parjuni yang menjadi orator aksi.

Dalam aksinya, Parjuni dan rekan-rekan peternak ayam membawa poster-poster bertuliskan sejumlah tuntutan. Pihak Kementan meminta pedemo memasuki gedung dan berdialog dengan pihak integrator. Usai mendengar tuntutan para pendemo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak mereka makan bersama sambil lesehan.

Sebelumnya Gopan sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan berdiskusi dengan pihak terkait, baik Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementan, hingga Perum Bulog. Namun, sejumlah pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil nyata.

Gopan berdemo ketika harga ayam masih di bawah Rp18 ribu-Rp18.500 per kilogram. Terakhir, Gopan berunjuk rasa lagi ketika harga ayam anjlok ke posisi Rp8.000 per kg, Agustus lalu.

Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam ras segar rontok 3,28 persen jadi rata-rata Rp31 ribu per kg secara nasional. Harga jual termurah Rp17 ribu per kg, di Mamuju, Sulawesi Barat. Harga termahal, Rp42.500 per kg, di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Para peternak ayam rakyat dan perusahaan integrator sepakat mengerek harga ayam hidup (live bird/LB) di atas harga pokok produksi secara berkelanjutan. Kedua pihak menyelesaikan persoalan anjloknya harga ayam hidup yang terjadi selama beberapa waktu terakhir.

Kamis (26/9/2019), keputusan itu dituangkan dalam kesepakatan bersama terkait perdagangan ayam yang diteken 24 perwakilan asosiasi dan sejumlah perusahaan integrator. Kesepakatan tercapai setelah terjadi dialog antara para peternak, perwakilan perusahaan-perusahaan integrator, dan Kementerian Pertanian. ***

 

Check Also

Kementerian PUPR Longgarkan Beberapa Persyaratan Kepemilikan Rumah Subsidi
Lewat Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2019 tentang BP2BT, uang muka kepemilikan rumah bersubsidi bagi MBR kini jadi 1 persen dari 5 persen

EmitenNews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melonggarkan persyaratan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: