#
Main Hall BEI, Jakarta. Foto : EN

Pasar Lesu, IHSG Tertahan di Zona Merah

EmitenNews – Perdagangan saham hari ini terbilang lesu. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 18,940 poin (0,332 persen) ke level 5.693,391 dan kumpulan 45 saham paling likuid dalam indeks LQ45 turun 4,31 poin (0,45 persen) ke level 949,51 pada penutupan perdagangan hari ini (30/05).

Lesunya perdagangan saham domestic hari ini tercermin dari volume saham ditransaksikan sebanyak 9,295 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 300.904 kali atau senilai Rp 5,410 triliun. Nilai kapitalisasi pasar saham (market cap) turun menjadi Rp 6.201 triliun.

Hanya ada dua indeks sektor saham yang mampu naik hari ini yaitu indeks agrikultur yang menguat 0,58 persen dan indeks perdagangan, jasa, dan investasi yang naik 0,78 persen. Selebihnya terjerat di zona merah hari ini.

Bahkan, indeks saham sektor keuangan yang dimotori saham-saham perbankan juga melemah sebesar 0,21 persen. Padahal laporan kinerja sektor perbankan terbilang positif dalam jangka pendek.

”Liukuiditas di sistem perbankan dinilai akan berada pada level yang cukup pada semester I/2017 karena dua bank dalam survei kami menurunkan suku bunga pinjaman 25bps (basis poin) sampai 50 bps pada Mei 2017,” ungkap analis PT Mandiri Sekuritas, Priscilla Thany, hari ini.

Meskipun ada penurunan yang terjadi baru-baru ini, pihaknya masih tetap pada prediksi sebelumnya bahwa tren suku bunga pinjaman akan tetap naik pada semester kedua 2017 karena perbankan menghadapi risiko likuiditas untuk mencapai target pertumbuhan penyaluran kredit mereka.

”Kami kembali meyakini bahwa suku bunga deposito berjangka (Term Deposit/TD) sudah mencapai titik terdalam karena pelacak suku bunga simpanan kami mengindikasikan sebagian besar bank telah menahan diri dari pemangkasan suku bunga simpanan selama beberapa bulan terakhir,” paparnya.

Meskipun ada penurunan baru-baru ini, Priscilla memerediksi tren suku bunga TD akan naik pada semester kedua 2017 karena perbankan menghadapi risiko likuiditas menuju akhir tahun, khususnya yang memiliki target pertumbuhan kredit yang agresif.

”Kami mencatat pada semester kedua 2016, likuiditas bukanlah masalah besar. Karena perbankan domestik mendapatkan arus dana masuk Rp 109 triliun dari tahap pertama dan kedua dari program amnesti pajak,” terusnya.

Salah satu bank kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV memprediksi suku bunga TD akan naik karena ketatnya persaingan dalam menarik dana simpanan. ”Jika hal itu terealisasi, kami meyakini bank skala kecil akan mengikuti tren yang sama. Hal itu berarti kita akan melihat margin bunga bersih (NIM) berkontraksi pada 2018, karena biasanya ada keterlambatan 3 bulan,” ulasnya.

Survei dari pihaknya mengindikasikan mayoritas bank skala menengah sudah memangkas bunga simpanan lebih dari 100 bps dalam 12 bulan terakhir.

Sementara itu, PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) masih tidak mengubah bunga simpanannya.

Check Also

Jumat Nahas Buat Wali Kota Cimahi Ajay, Terjaring dalam OTT KPK
Wali Kota Ajay Muhammad Priatna ditangkap KPK karena dugaan korupsi perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi. Petugas menyita Rp400 juta sebagai barang bukti

EmitenNews.com – Jumat (27/11/2020) nahas buat Ajay Muhammad Priatna. Sekitar pukul 10.00 WIB, Wali Kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: