#

Pasca IPO, Pradiksi Gunatama (PGUN) Akan Membuka Lahan dan Tanaman Baru

EmitenNews.com-   Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha Perkebunan dan Pengolahan Kelapa Sawit Terpadu, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) baru saja melakukan Masa Penawaran Umum Perdana Saham (Offering Period) pada 30 Juni – 1 Juli 2020 lalu, akan meraih dana sebanyak Rp103,5 miliar dengan melepas 900 juta saham kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp115 per saham.

Perseroan melakukan Pencatatan dan Perdagangan Perdana Saham (Listing) di Bursa Efek
Indonesia dengan kode perdagangan “PGUN”.

Tamlikho – Direktur Keuangan dan Administrasi PT Pradiksi Gunatama Tbk mengatakan jumlah saham yang ditawarkan dalam Initial Public Offering (IPO) yakni 900 juta saham merupakan 18% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan.

“Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk Go Public melalui mekanisme perdagangan di BEI,mulai saat ini PT Pradiksi Gunatama Tbk resmi menjadi perusahaan publik dan merupakan Emiten ke-32 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2020 ini,” ujar Tamlikho.

Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan Perseroan untuk belanja
modal seperti membuka lahan dan tanaman baru, pengembangan dermaga (jetty), pembangunan
berupa pengerasan jalan serta untuk membangun fasilitas perumahan karyawan dan sisanya akan
digunakan sebagai modal kerja Perseroan. Dalam aksi korporasi ini, emiten yang berdiri sejak
tahun 1995 menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas
serta 2 perusahaan Penjamin Emisi Efek yakni PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Panca Global
Sekuritas.

Berdasarkan informasi dari PT Investindo Nusantara Sekuritas, yang bertindak selaku Manajer
Penjatahan, pada Masa Penawaran Umum tercatat sebanyak 1.860 investor melakukan
pemesanan saham PGUN. Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah 211 juta lebih
saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment yang mencerminkan kelebihan
permintaan sebanyak 23,54x dari porsi pooling tersebut, atau secara keseluruhan terjadi
oversubscribed sebesar 1,23x total IPO.

Berdasarkan data prospektus Perseroan, komposisi pemegang saham Perseroan setelah IPO,
yakni PT Araya Agro Lestari (“AAL”) sebesar 41% dan PT Citra Agro Raya (“CAR”) sebesar
41% dan sisanya pemegang saham publik sebesar 18%.
Tamlikho menjelaskan bahwa fundamental Perseroan cukup baik. Hingga 31 Desember 2019,
Perseroan membukukan Penjualan Bersih sebesar Rp229,25 miliar meningkat signifikan
dibandingkan Penjualan Bersih pada tahun 2018 sebesar Rp84,51 miliar. Peningkatan tersebut
seiring dengan selesainya Pabrik Minyak Kelapa Sawit (Pabrik MKS) milik Perseroan yang telah
beroperasi sejak Agustus 2019.

Selanjutnya pembagian dividen setelah IPO kepada pemegang saham Perseroan direncanakan
akan dibagikan mulai tahun 2023 berdasarkan laba bersih tahun buku 2022, dengan ketentuan
laba bersih setelah pajak Rp50 miliar sampai dengan Rp100 miliar dividen yang dibagikan
sebanyak-banyaknya sebesar 15% dan laba bersih setelah pajak di atas Rp100 miliar dividen
yang dibagikan sebanyak-banyaknya sebesar 20%.

Pada tanggal 31 Desember 2019, Total Aset Perseroan sebesar Rp1.939,46 miliar dan total
Liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp1.193,65 miliar. Total Ekuitas pada tanggal
31 Desember 2019 adalah sebesar Rp745,81 miliar.

Lebih lanjut Tamlikho menambahkan meski kondisi ekonomi saat ini masih kurang baik
ditengah pandemi Covid-19 potensi bisnis Perseroan terutama atas permintaan dalam negeri
masih cukup baik. Hal ini disebabkan permintaan dalam negeri yang diperkirakan akan
meningkat seiring dengan penggunaan 30% komposisi minyak sawit atau Fatty Acid Methyl
Ester (FAME) pada solar (B30) yang diterapkan pada awal tahun 2020 dan telah menjadi
mandatori dari Pemerintah Indonesia. Dengan selesainya pembangunan Pabrik MKS diharapkan
akan meningkatkan kinerja Perseroan karena MKS memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan
Tandan Buah Segar (TBS). Saat ini, Pabrik MKS milik Perseroan mempunyai kapasitas 60 ton
per jam dan masih dapat ditingkatkan.

Check Also

Data Sepekan Bursa Ditutup Positif

EmitenNews.com – Dalam sepekan Pasar Modal Indonesia mencatatkan pergerakan data perdagangan yang variatif dan ditutup …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: