#
Suasana main hall gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews

Pasca Pilkada Rupiah dan Saham Melemah

Emitennews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pasca libur dalam rangka pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta putaran kedua. Indeks saham acuan di Indonesia itu ditutup turun 11,211 poin (0,200 poin) ke level 5.595,306 hari ini (20/04).

Frekuensi transaksi perdagangan saham hari ini mencapai 303.542 kali dengan volume sebanyak 11,286 miliar saham atau sebesar Rp 8,773 triliun. Hanya 119 saham yang mencatatkan kenaikan sebaliknya 213 saham turun dan 209 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pelaku pasar lokal lebih banyak melakukan aksi jual pada perdagangan saham hari ini. Sebab investor asing justru cukup agresif dengan melakukan aksi beli dengan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 1,358 triliun. Nilai akumulasi pembelian bersih investor asing sejak awal tahun hingga hari ini bertambah menjadi Rp 17,913 triliun.

Penurunan IHSG terjadi di saat mayoritas bursa saham unggulan di Asia menguat, hari ini. Indeks Composite Shanghai naik 0,04 persen, indeks Straits Times naik 0,37 persen, dan indeks Hang Seng menguat 0,97 persen. Sebaliknya indeks Nikkei 225 menipis 0,01 persen.

Ekonom Mandiri Sekuritas, Leo Rinaldy, menyatakan pihaknya mengamati adanya beberapa implikasi dari pemilihan hasil pemilihan Gubernur Jakarta untuk pasar keuangan setelah dimenangkan pasangan Anies – Sandi dengan selisih suara cukup jauh. ”Khususnya untuk Rupiah, yang akan menjadi kecil. Sebaliknya, pada catatan positif, pemilihan kemarin berjalan dengan lancar, aman dan cepat, tanpa ada kerusuhan sosial,” ungkapnya, hari ini (20/04).

Data kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat hari ini nilai tukar Rupiah melemah ke level 13.328 per dolar AS (USD) dibandingkan 13.299 per USD pada penutupan 19 April 2017.

Namun dengan adanya arus masuk asing (foreign inflows) di pasar saham, pihaknya memerkirakan periode jangka pendek melemah di pasar modal khususnya properti dan infrastruktur akan lebih terlihat setelah pemilihan putaran kedua. ”Kami memilih sektor atau saham yang menguntungkan untuk meningkatkan pendapatan dari komoditas ekspor: konsumen discretionary dan pemilihan bank serta konsumen stapels,” tuturnya.

Secara year to date sampai hari ini IHSG sudah menguat 5,64 persen. Tetapi 12 bulan ke depan, menurutnya, Price Earnings akan berada pada tingkat 1,2 persen dari pertumbuhan Eearnings per Share (EPS) yang sudah meningkat.

”Hal ini menunjukan, kami memertahankan target kami pada akhir 2017 (level IHSG) sebesar 5.950 (6 persen upside)” terangnya.

Check Also

Dapat Restu, Private Placement 10 Persen Saham PT Surya Esa Perkasa (ESSA) Diambil Garibaldi Thohir DKK

EmitenNews.com- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)  pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: