#

Pefindo Beri Peringkat Merdeka Copper Gold (MDKA) “idA” Outlook Stabil

EmitenNews.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat “idA” untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2020. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”.

Analysts Pefindo Christyanto Wijaya dalam rilisnya Kamis (15/10) menjelaskan, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat tersebut mencerminkan biaya tunai (cash cost) Perusahaan yang rendah, struktur permodalan yang konservatif dan perlindungan arus kas yang kuat, serta permintaan emas yang tinggi. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh usia tambang Perusahaan yang moderat, eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca yang tidak menguntungkan, dan risiko pengembangan tambang di daerah baru.

Peringkat dapat dinaikkan jika Perusahaan mampu meningkatkan profil tambang dengan memperbesar cadangan emas dan tembaga serta melakukan diversifikasi portofolio proyek Perusahaan. Hal tersebut juga harus diikuti oleh struktur permodalan yang konservatif dan perlindungan arus kas yang kuat dengan tetap mempertahankan marjin profitabilitas.

Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan membiayai belanja modalnya dengan utang dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan struktur permodalan Perusahaan menjadi lebih agresif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA lebih besar dari 3,0x secara berkelanjutan tanpa disertai oleh profil bisnis yang lebih kuat. Penurunan signifikan pada harga emas juga dapat menyebabkan penurunan peringkat karena dapat memberikan dampak negatif kepada profil keuangan Perusahaan. Sebagai tambahan, Perusahaan mempunyai proyek jangka panjang yang terletak di Pani,
Banyuwangi (proyek Tembaga Tujuh Bukit), dan Morowali (proyek Acid Iron Metal / AIM) yang membutuhkan belanja modal dalam jumlah signifikan.

Ditambahkan, Kami belum mempertimbangkan rencana belanja modal dan potensi pendapatan dari proyek tersebut kedalam proyeksi keuangan Perusahaan. Selain itu, kami juga belum memasukkan dampak dari insiden yang terjadi pada pertengahan September 2020 di proyek tambang emas Tujuh Bukit yang menyebabkan Perusahaan menghentikan produksinya di sana, mengingat saat ini Perusahaan sedang bekerja bersama dengan para ahli sebelum mengeluarkan pernyataan yang lebih terinci mengenai penyebab dan dampak insiden tersebut terhadap kegiatan produksi dan profil keuangan Perusahaan.

MDKA berdiri pada tahun 2012 dan bergerak dalam kegiatan pertambangan. Pada saat ini, Perusahaan mempunyai dua operasional tambang yang terletak di Tujuh Bukit, Banyuwangi untuk pertambangan emas dan Pulau Wetar, Maluku untuk pertambangan tembaga.

Per 30 Juni 2020, pemegang saham Perusahaan adalah PT Saratoga Investama Sedaya (19,74%), PT Mitra Daya Mustika (13,47%), Garibaldi Thohir (8,95%), PT Suwarna Arta Mandiri (7,17%), Pemda Kabupaten Banyuwangi (5,23%), dan lainnya termasuk publik (45,44%).

Check Also

Pemerintah Indonesia juga Kecam Pernyataan Presiden Prancis yang Hina Agama Islam
Di Tanah Air cukup banyak produk Prancis yang telah lama akrab dan digunakan masyarakat. Mulai dari produk kecantikan, kosmetika, perawatan kulit, fashion, sampai migas

EmitenNews.com – Pemerintah Indonesia juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina agama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: