#
Ilustrasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengajak semua pihak bekerja sama menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ia memastikan, pemerintah sudah siap dengan desain bagaimana menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi. (Dok. Multi Inti Sarana).

Pelaku UMKM dan Koperasi Masih Ragu Berbisnis, Realisasi Penyaluran Dana PEN Rendah
Hingga Kamis (9/7/2020) baru tersalurkan Rp8,42 triliun, atau 6,82 persen dari total pagu anggaran Rp123,46 triliun. Pelaku UMKM dan koperasi masih ragu, berkaitan dengan pandemi covid-19

EmitenNews.com – Realisasi penyaluran dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM) memang masih rendah, tetapi patut diapresiasi. Hingga Kamis (9/7/2020) baru Rp8,42 triliun, atau 6,82 persen dari total pagu anggaran Rp123,46 triliun. Pasalnya, pelaku UMKM dan koperasi masih ragu untuk kembali berbisnis, berkaitan dengan pandemi covid-19.

“Kita patut syukuri program PEN ini. Sebagaimana sering kami sampaikan, kami tugasnya memastikan agar seluruh program dan skemanya berjalan baik. Terutama dapat memenuhi target, serta tepat sasaran,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Kementerian Koperasi UKM mencatat nilai serapan Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM) itu, baru mencapai 6,82 persen dari total pagu anggaran Rp123,46 triliun. Hanya naik 0,20 persen dibandingkan periode 2 Juli 2019.

Rully Indrawan menjelaskan, realisasi penyerapan dana PEN untuk KUMKM tersebut terbagi melalui tiga program; subsidi bunga KUR senilai Rp12,96 miliar atau 0,26 persen dari Rp35,28 triliun. Kemudian, penempatan dana pemerintah untuk restrukturisasi kredit melalui bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) Rp8,16 triliun atau 10,37 persen dari total Rp78,78 triliun.

Selanjutnya, melalui pembiayaan investasi kepada koperasi yang disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sebesar Rp239,6 miliar. Nilai ini setara 23,96 persen dari pagu Rp1 triliun.

Untuk subsidi bunga KUR, hingga 8 Juli 2020, baru ada lima bank dan satu koperasi penyalur yang telah mengajukan klaim atas dana talangannya. Keenam lembaga penyalur tersebut yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BRI), Bank Kaltimtara, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Guna Prima Dana.

Rully mengakui, masih banyak bank dan lembaga penyalur lainnya yang belum melakukan klaim atas dana yang disalurkan kepada kuasa pengguna anggaran (KPA) yaitu ke Kementerian Koperasi dan UKM. Dia berharap bank-bank dan lembaga penyalur segera mengajukan klaimnya agar bisa segera dicairkan. “Mudah – mudahan dalam waktu dekat sudah bergulir lagi. Kalau memang lambat perlu diingatkan, karena masyarakat butuh dan dananya sudah ada.”

Terkait dengan subsidi bunga non KUR, proses penyusunan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dan perangkat KPA sudah selesai. Dipastikan akan segera dikirimkan setelah ada keputusan pagu anggaran dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Rencananya penyaluran subsidi bunga non KUR tersebut disalurkan melalui 102 bank umum, 1.570 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), 176 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan 110 perusahaan leasing. Targetnya, menurut Rully, semua skema bisa terealisasi. Tinggal mekanismenya dipertajam baik di tataran birokrasi atau di informasi yang mungkin belum tersentuh ke masyarakat secara massif. ***

 

Check Also

Kementerian KP Catat Usaha Budidaya Bidang yang Paling Banyak Manfaatkan KUR
Dari realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan Rp1,8 triliun bagi 56.858 debitur di seluruh Indonesia, usaha budidaya Rp687,4 miliar untuk 19.012 debitur, hingga semester pertama 2020

EmitenNews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat usaha budidaya termasuk bidang usaha yang paling banyak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: