#
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Harian Pijar).

Pemerintah Evaluasi Program Kartu Prakerja untuk Tampung Banyak Pekerja Korban PHK
Menko Perekonomian: karena pandemi covid-19, desainnya diubah jadi semi bansos. Sistem ditata, memperbaiki regulasi yang juga untuk pekerja yang kesulitan ekonomi di tengah pandemi virus corona

EmitenNews.com – Banyaknya pendaftar, antara lain dari kalangan pengangguran, menjadi alasan pemerintah mengevaluasi Program Kartu Prakerja. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menunda pendaftaran program realisasi janji Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 itu, akibat membludaknya peminat dari kalangan korban PHK. Sedang dirancang pendaftaran secara langsung di tengah pandemi covid-19.

Melalui video conference, Jumat (26/6/2020), Airlangga Hartarto mengatakan, total pendaftar yang mencapai 10,4 juta mengharuskan pemerintah memperbaiki regulasi program terkait. Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, Kartu Prakerja masalahnya satu, pengangguran.

“Karena ada pandemi covid-19, desainnya diubah jadi semi bansos. Sistem harus ditata, memperbaiki regulasi yang sebelumnya bukan untuk pandemi dan disesuaikan menjadi bantuan selama pandemi,” katanya.

Evaluasi tak dapat dihindari akibat bergesernya target Program Kartu Prakerja dari angkatan kerja lulusan SMU menjadi lulusan SMP dan di bawahnya. Ini dilakukan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat agar dapat menerima insentif berupa uang tunai Rp600 ribu selama 4 bulan.

Untuk mencegah moral hazard, dalam proses evaluasi, pemerintah melibatkan sejumlah pihak sebagai pendamping. Antara lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Karena tingginya kebutuhan, pemerintah tengah menggodok sistem yang dapat mengakomodasi seluruh pendaftar. Salah satunya yaitu pendaftaran yang akan dapat dilakukan secara langsung (offline) mengingat banyaknya peminat yang tak dapat mengakses secara daring.

“Setelah 3 bulan, permintaan masif, 10,4 juta sehingga data yang dimiliki kementerian yang terverifikasi sebanyak 1,8 juta orang, yang belum terverifikasi 1,2 juta, dan yang mengaku kena PHK dan dirumahkan 10 juta lebih,” kata Airlangga Hartarto.

Dengan pendaftaran langsung, pelaksana juga dapat melakukan verifikasi langsung yang dinilainya sulit ditempuh  secara daring, seperti memastikan keaslian dokumentasi. Airlangga menyebut banyak lampiran foto terbaru peserta dan foto KTP yang tidak sesuai.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Panji Winanteya Ruki mengatakan pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang IV menunggu hasil revisi Peraturan Presiden (Perpres) 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja.

Perpres tersebut sudah melalui proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Revisi tersebut akan mengakomodir rekomendasi untuk perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja mulai terkait syarat kepesertaan hingga proses pendaftaran yang tidak hanya berbasis jaringan (daring/online), juga luar jaringan (offline) di Kementerian/Lembaga.

Pembukaan pendaftaran gelombang IV juga menunggu hasil verifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait evaluasi implementasi Program Kartu Prakerja gelombang I hingga III.

Sejauh ini, belum dapat dipastikan, kapan aturan baru hasil revisi itu dirilis. Yang jelas, pemerintah akan menampung lebih banyak orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), atau dirumahkan akibat pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19. ***

Check Also

Survei Pandemi Covid-19, Masyarakat Kesulitan Penuhi Kebutuhan Makan Sehari-hari
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi: September, kepuasan publik terhadap pemerintah pusat meningkat dibanding Mei, 66 persen sangat puas atau cukup puas

EmitenNews.com – Pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) menyebabkan pendapatan sebagian besar masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: