#
Ilustrasi pemerintah menaikkan dana bantuan sosial kepada masyarakat miskin dari semula Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). (Dok. Detak.co).

Pemerintah Naikkan Dana Bansos Masyarakat Miskin Jadi Rp150 Ribu Per Bulan
Nantinya pemberian bantuan sosial akan berubah dari program Bantuan Pangan Non Tunai menjadi Kartu Sembako Murah

EmitenNews.com – Presiden Joko Widodo merealisir janji kampanye Pemilu 2019 berupa pemberian kartu. Pemerintah menaikkan dana bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat miskin dari semula Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Seperti diketahui program kartu merupakan janji Presiden Joko Widodo saat kampanye Pemilihan Umum 2019. Itu yang segera direalisir, dengan jumlah penerima bantuan tidak berubah, tetap 15,6 juta orang. Nantinya, pemberian bansos akan berubah dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Kartu Sembako Murah.

“Kami juga menambah bahan pangannya. Dulu hanya beras, sekarang diperbanyak oleh Kementerian Sosial, apakah minyak atau lainnya,” ucap Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Peningkatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat miskin. Tujuan lain, agar angka kemiskinan dan ketimpangan alias gini ratio menurun sesuai target yang telah ditetapkan.

Dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, pemerintah menargetkan angka kemiskinan bisa turun ke kisaran 8,5 persen sampai 9 persen tahun depan, 2020. Sedangkan tingkat kesenjangan atau gini ratio sebesar 0,375-0,38.

Data yang ada menunjukkan, anggaran Kartu Sembako Murah secara keseluruhan akan mencapai Rp28,1 triliun tahun 2020. Dalam APBN 2020 juga tercantum, anggaran program kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh mencapai Rp372,5 triliun.

Seperti diketahui, selain melalui bansos, pemerintah memberikan bantuan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial lain, misalnya pendidikan dan kesehatan. Mulai dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bidik misi, hingga kepesertaan BPJS Kesehatan.

Dengan pemberian berbagai program bansos itu, Askolani mengatakan pemerintah berharap bisa meningkatkan daya beli masyarakat miskin. Dengan begitu, konsumsi rumah tangga tetap mendukung ekonomi ke depan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo manikkan besaran bantuan pangan yang disalurkan melalui Kartu Sembako Murah dalam RAPBN 2020 sebesar 36,4 persen, yaitu dari Rp1,32 juta menjadi Rp1,8 juta per keluarga.

“Dengan kartu sembako, keluarga penerima manfaat dapat membeli dan memilih bahan pangan yang lebih beragam, karena jumlah bantuan yang diterima meningkat menjadi Rp1,8 juta per keluarga, dari sebelumnya Rp1,32 juta per keluarga per tahun,” tutur Presiden Jokowi saat membacakan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-undang (RUU) tentang APBN 2020 beserta nota keuangannya di Gedung DPR, Jumat (16/8/2019). ***

 

Check Also

Kementerian PUPR Longgarkan Beberapa Persyaratan Kepemilikan Rumah Subsidi
Lewat Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2019 tentang BP2BT, uang muka kepemilikan rumah bersubsidi bagi MBR kini jadi 1 persen dari 5 persen

EmitenNews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melonggarkan persyaratan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: