#
Menteri Koordinator Perekonomian Erlangga Hartarto saat berbicara pada Diskusi “Strategi Penanggulangan Covid-19 dalam Mendorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional” yang digelar FISIP Universitas Jenderal Soedirman secara luring, Kamis 11 Febuari 2021. (Foto : BUMN Track

Pemerintah Yakin Ekonomi 2021 Pulih, Ini Andalannya

EmitenNews.com – Meskipun pandemi masih berlangsung, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tren yang positif. Ia bahkan yakin ekonomi Indonesia akan pulih di tahun ini.

“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua sempat mengalami kontraksi hingga 5,32 persen. Dengan upaya yang dilakukan, pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren membaik, pada triwulan IV secara YoY terkontraksi 2,07,” katanya Diskusi “Strategi Penanggulangan Covid-19 dalam Mendorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional” yang digelar FISIP Universitas Jenderal Soedirman secara luring, Kamis (11/02/2021)

Erlangga mencontohkan pertumbuhan ekomoni terjadi di berbagai sektor, seperti sektor pertanian tumbuh 2,59 persen, sektor informasi tumbuh 10,91 persen, jasa dan kegiatan kesehatan tumbuh 16,54. Beberapa daerah juga menyatakan pertumbuhan positif didukung perbaikan ekspor dan komoditas.

Karenanya ia optimistis perekonomian Indonesia akan segera pulih pada 2021, didukung dengan peningkatan investasi, konsumsi masyarakat, kegiatan ekspor impor dan pengeluaran pemerintah.
“Optimisme pada 2021 tersebut diiringi berbagai indikator, seperti aktivitas manufaktur yang terlihat dari indeks PMI 5,52 sehingga kepercayaan investor juga turut naik. Indikator lainnya seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sudah kembali ke level sebelum Covid-19, IHSG diatas 6.000. Selain itu, kurs rupiah juga terjaga di kisaran Rp14.000,”sambung Erlangga.

Saat ini pemerintah terus berkomitmen untung menanggulangi penyebaran Covid-19 melalui berbagai macam strategi. Salah satunaya dengan pengendalian level mikro RT/RW dengan PPKM berbasis mikro. Kebijakan tersebut untuk memaksimalkan 3T (testing, tracing dan treatment). Pemerintah juga melakukan isolasi pasien positif dan kotank erat, melakukan pembatasan mobilitas dan pergerakan serta penyediaan kebuhutan pokok.

Pemerintah juga menyediakan alat rapid test antigen hingga level Puskesmas agar kebutuhan identifkasi di level masyarakat bisa ditingkatkan. Salah satu kunci agar ekonomi pulih, pemerintah melakukan vaksinasi. “Untuk penanganan Covid-19, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 619,83 triliun dengan klaster kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, tenaga kerja dan prioritas internal,” jelasnya.

Rektor Unsoed, Prof Suwarto, sebelumnya mengungkapkan dampak pandemi Covid-19 sangat luar biasa, tidak hanya di perkotaan, melainkan hingga sektor ekonomi dan UMKM di pedesaan.

“Salah satu dampak nyata covid-19 adalah perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2020 mengalami kontraksi. Ini tidak dapat dipungkiri, banyak sekali kegiatan terdampak sehingga menurunkan daya beli, investasi dan konsumsi masyakat,” terangnya.

Indonesia sangat membutuhkan upaya komprehensif untuk memulihkan ekonomi nasional yang terukur dan terencana dengan mempertimbangkan segala aspek yang ada. Dibutuhkan sinergi bersama antara pemerintah, industri, masyarakat dan akademikai untuk mencari solusi yang cepat, cepat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dekan FISIP Unsoed, Jarot Santoso, menambahkan, dampak pandemi selain di sektor pendidikan, masyarakat juga harus menghentikan berbagai kegiatan dan tidak bisa berusaha. Perubahan terjadi secara cepat, seperti berhentinya pusat perdagangan dan usaha yang dilakukan offline, beralih menjadi online.

“Bagi mereka yang bisa mengikuti akan terus eksis. Namun bagi yang tidak bisa mengikuti akan kehilangan pekerjaan dan sumber ekonomi. Itu yang selam ini kita alami,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan PSBB kemudian dilanjutkan pada PPKM mikro dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 harus terus dilakukan meskipun berdampak pada kegiatan masyarakat terutama terkait aspek ekonomi.

“Penyebaran Covid pada 2021 mengalami peningkatan luar biasa. Jika tidak selesai maka ekonomi masyarakat akan mengalami penurunan yang luar biasa. Oleh karena itu, penanggulangan Covid-19 dan program PEN harus dilakukan sungguh-sungguh,” katanya mengingatkan.(zan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: