#
Gema Goeyardi (Foto: astronacci.com)

Pendiri Astronacci International Gema Goeyardi Akan Laporkan Dua Pengedit Video Edukasi Saham Ke Polda Metro Jaya

EmitenNews.com-  Perusahaan penyedia layanan trading dan riset pasar modal, Astronacci International bakal melaporkan pemilik akun @viantyTJP dan @AmbarwatiRexy ke Polda Metro Jaya karena dinilai telah merugikan pihaknya yang telah menyebarkan video yang diduga sudah diedit.

Adanya tindakan yang dilakukan oleh akun di media sosial tersebut sama sekali tidak benar dan telah secara nyata melakukan tindakan yang berlawanan dengan hukum di Indonesia, antara lain :

Kasus pencemaran nama baik yang bertentangan dengan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE. Dengan merujuk Pasal 310 ayat (1) KUHP, pencemaran nama baik diartikan sebagai perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum. Adapun ancaman dari seseorang yang terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksudkan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE, sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah.

Dampak dari unggahan video pendek tersebut kemudian menjadi populer di sosial media Twitter dan ditanggapi oleh salah satu akun yang dengan id @AmbarwatiRexy atau terduga milik dari Rexy Ambarwati, pada tanggal 03 Februari 2021 pukul 1.21 WIB melalui aplikasi Twitter for iPhone.

Astronacci International sebagai pemilik dari seluruh materi isi video tersebut tentu saja sangat dirugikan oleh tindakan yang dilakukan akun Twitter @AmbarwatiRexy atau terduga bernama Rexy Ambarwati, dan @viantyTJP atau terduga bernama Viantyara di media social. Termasuk pihak manapun yang terduga berada di balik ujaran kebencian tersebut, dan Astronacci International akan menuntut secara hukum melalui pihak kepolisian Republik Indonesia.

Rut Yesika Simak, Analis Astronacci International, yang berada di dalam video tersebut menyebutkan bahwa dia sangat dirugikan dari video yang diduga diedit dan disebarkan oleh akun-akun tersebut di atas, serta akan membawa ke jalur hukum.

“Sama sekali bahwa Bapak Gema Goeyardi tidak melakukan tuduhan itu kepada saya, baik secara pribadi maupun profesional sebagai seorang analis pasar saham. Adanya video yang dipotong-potong itu adalah ulah dari pihak yang ingin merugikan kami dan itu sama sekali tidak benar, karena sudah diedit sedemikian rupa,” ungkapnya dalam rilisnya Jumat (19/2).

Dia juga menyebut bahwa Gema Goeyardi sebagai CEO dan Presiden Direktur Astronacci International adalah seorang profesional yang tidak pernah menyerang secara personal atau tindakan melakukan pencemaran nama baik, baik melalui media sosial maupun secara langsung.

“Sekali lagi saya tekankan bahwa tuduhan itu tidak benar dan kami sudah melakukan tuntutan kepolisian untuk menindak pemilik akun maupun siapapun yang terduga di balik akun tersebut.” imbuh Rut yang berharap kasus ini ditangani secara profesional.

Untuk menangani kasus ini, Astronacci International juga telah menunjuk kuasa hukum dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian di Polda Metro Jaya di Jakarta.

“Diharapkan dari kasus ini tidak ada lagi kasus hate speech (ujaran kebencian) maupun editing video tanpa ijin yang melanggar hukum hak cipta dan hukum positif lainnya di Indonesia. Kemajuan teknologi tentunya harus digunakan untuk hal yang baik, bukan untuk ujaran kebencian,” papar Gema Goeyardi yang berharap agar kasus ini menjadi perhatian seluruh pihak di tengah kemajuan teknologi untuk lebih bijaksana.

Berkaca dari kasus ini, Astronacci International berharap agar dengan melaporkan pemilik akun, maupun siapapun pihak yang terduga berada di belakang pihak tertentu yang melakukan ujaran kebencian agar ditindak secara hukum oleh pihak pihak kepolisian berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Selain itu kami berharap agar semua pihak untuk tidak menggunakan ujaran kebencian atau hate speech dan menyebarluaskan secara umum, baik online maupun offline, karena ini bertentangan dengan hukum dan sangat merugikan yang menjadi korban,”imbuh Gema Goeyardi.

Check Also

KB Bukopin (BBKP) Bayar Bunga Obligasi Rp38,63 Miliar

EmitenNews.com- PT KB Bukopin Tbk (BBKP) menyampaikan pihaknya telah melakukan pembayaran bunga ke-16 Obligasi Subordinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: