#
Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto kendaraan listrik bisa berkembang. Perkembangan kendaraan listrik yang baik bisa mengurangi polusi udara, konsumsi bahan bakar fosil dan impor BBM. (Dok. Semisena.com).

Pengelola Perkantoran Diminta Sediakan Stasiun Pengisian Daya untuk Operasional Kendaraan Listrik
Sekjen DEN: Tujuan penggunaan kendaraan listrik untuk lingkungan lebih bersih, mengurangi polusi udara, mengurangi bahan bakar fosil

EmitenNews.com – Pengelola perkantoran diminta menyediakan stasiun pengisian daya untuk operasional kendaraan listrik. Dengan begitu, kata Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto kendaraan listrik bisa berkembang. Perkembangan kendaraan listrik yang baik bisa mengurangi polusi udara, konsumsi bahan bakar fosil dan impor BBM.

“Karena itu DEN juga mengimbau seluruh produsen listrik mulai memproduksi kendaraan listrik,” kata Djoko Siswanto seperti dikutip Antara, Senin (30/9/2019).

Seperti diketahui, pemerintah mendorong pengembangan kendaraan listrik. Telah terbit Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, 8 Agustus lalu, ini mengatur pemberian insentif agar pengembangan kendaraan listrik berjalan cepat.

Dalam peraturan itu terdapat 11 jenis perusahaan yang mendapat insentif. Pertama, perusahaan, perguruan tinggi atau lembaga penelitian yang melakukan penelitian, pengembangan dan inovasi teknologi serta vokasi pada industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Kedua, perusahaan yang mengutamakan penggunaan komponen dari industri atau lembaga penelitian yang melakukan penelitian dan pengembangan kendaraan listrik.

Ketiga, perusahaan yang memenuhi kandungan lokal dalam memproduksi kendaraan listrik. Keempat, perusahaan komponen kendaraan listrik. Kelima, perusahaan kendaraan listrik berbasis baterai bermerek nasional. Keenam, perusahaan yang menyewakan baterai kendaraan listrik.

Ketujuh, perusahaan yang mau membantu mempercepat produksi serta penyiapan sarana dan prasarana untuk penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Kedelapan, perusahaan yang mengolah limbah baterai.

Kesembilan, perusahaan yang menggunakan instansi listrik private untuk mengisi kendaraan listrik. Kesepuluh, perusahaan angkutan umum yang menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai.

Insentif juga diberikan kepada perorangan yang menggunakan kendaraan listrik. Bentuknya, pengurangan bea masuk atas impor kendaraan listrik dalam keadaan terurai lengkap, pajak penjualan barang mewah, pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah, pengurangan bea masuk atas impor mesin, barang dan bahan yang ditujukan untuk investasi kendaraan listrik.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah akan fokus menawarkan produksi baterai mobil listrik agar investasi China ke Indonesia lebih moncer. Produksi baterai ditawarkan sebagai hidangan utama investasi ke China mengingat sektor ini keunggulan Indonesia ketimbang negara lain di Asia Tenggara. Sebanyak 80 persen material baterai lithium terdapat di Indonesia.

Kepada pers, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senini (9/9/2019), sudah banyak minat investasi baterai lithium dari China yang masuk ke Indonesia. Khususnya mengalir ke kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Tanpa disadari, kata Menteri Luhut, sudah lebih dari 11 perusahaan yang masuk di sana karena ada barangnya di luar, relokasi ke Indonesia.

Salah satu investasi baterai lithium bernilai jumbo yang tengah dipantau pemerintah, pabrik senilai USD4 miliar, atau setara Rp56 triliun di Morowali. Investasi itu diboyong oleh perusahaan asal China bernama Contemporary Amperex Technology (CATL) yang bekerja sama dengan LG, Mercedes-Benz, dan Volkswagen. ***

 

Check Also

Masa Uji Coba Gratis Berakhir, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Rp5 Ribu Mulai 1 Desember 2019
Para pengguna dapat menikmati fasilitas publik ini dengan menggunakan kartu elektronik berbayar dari 5 bank; Bank DKI, BCA, Mandiri, BNI, dan BRI

EmitenNews.com – Masa uji coba LRT Jakarta, rute Velodrome-Pegangsaan segera berakhir. Mulai 1 Desember 2019, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: